ACMSeulamat Teuka di Website achehcybermilitary.org
BaratHot NewsLuar NegeriPers RilisSelatanTengahTimurUncategorizedUtara

Surat Terbuka Kepada Rakyat Belanda

Surat Terbuka Kepada Rakyat Belanda
Kepada seluruh Masyarakat Belanda,

Liburan Paskah ini saya akan mengujungi negeri kalian, Belanda, untuk mempersembahkan sepucuk surat terbuka ini kepada kalian disebabkan saya belum pernah mendapatkan tanggapan dan jawaban yang jelas dari kepala pemerintahan bahkan dari kepala negara kalian. Saya menuliskan surat tersebut atas nama keluarga saya dan juga selaku masyarakat Aceh yang memiliki tahapan hidup yang begitu panjang dan menyakitkan dalam sejarah kami.

Kami, masyarakat Aceh yang tinggal dan hidup di perantauan di berbagai belahan negara lain selalu di akhir bulan Maret memperingati “Hari Kelam” dimana Belanda secara resmi mendeklarasikan perang terhadap Aceh berdaulat dan telah pun kemudian menginvasi negara kami tersebut tepatnya pada tanggal 26 Maret 1873. Menurut fakta sejarah yang bersumberkan dari negara kalian sendiri bahwa perang melawan rakyat Aceh dulunya merupakan perang terlama, paling banyak memakan korban dan perang yang termahal. Hasilnya, kedaulatan negara kami hilang dan ribuan kakek buyut kami meninggal menjadi korban dan setelah itu menghasilkan ribuan janda juga yatim piatu.

Adalah negara kalian yang mencaplok tanah air kami dan menjadikannya sebagai salah satu perang penjajahan yang sangat berdarah dan yang terlama dalam sejarah manusia. Rasanya patut kami bertanya pada kalian “Bisakah kalian menerima jika kami, rakyat Aceh menginvasi tanah air kalian dan kemudian kami menjajahnya sebagaimana kalian lakukan atas kami? Apa yang kalian kemudian lakukan?” Tentara “Korps Marechaussee te Voet” kalian dengan sangat brutalnya menembak mati kakek buyut bangsa kami.

Kepada segenap rakyat Belanda,

Saat ini, Belanda merupakan sebuah negara demokratis dan juga merupakan salah satu negara Uni Eropa dimana negara-negara anggotanya sangat menghargai nilai-nilai HAM yang hidup dengan penuh peradaban. Namun demikian, apa yang negara kalian telah lakukan selama masa penjajahan atas Aceh bisa dikatakan tidak beradab dan hal tersebut sama sekali tidak bisa dilupakan begitu saja. Salah satu ayat kitab suci kalian menyatakan “Kasihilah sesamamu manusia seperti mengasihi dirimu sendiri” (Matius, 22:39). Apakah ayat ini berlaku untuk kalian sesama Kristen saja atau juga berlaku pada saya yang agama kita berbeda? Oleh karena itulah saya mengajukan surat terbuka ini guna mencari jawabannya.

Saya memohon perhatian tanggung jawab moral kalian selaku masyarakat Belanda atas segala kejadian yang disebabkan oleh negara kalian semasa perang dengan kami masyarakat Aceh. Kami mengharapkan negara kalian melakukan hal-hal tertentu agar terjadinya rekonsiliasi sehingga negara kalian dapat dipandang sepenuhnya bijaksana terhadap Aceh.

Salam Hormat,
Asnawi Ali
Örebro, Swedia
E-mail: asnawiali@gmail.com

 

Beste Nederlanders,

Ik bezoek uw land tijdens deze paasdagen om deze open brief aan
Nederland te kunnen richten, omdat ik tot nu toe nog geen duidelijk
antwoord en aanvaarding van de aansprakelijkheid van uw regering en
zelfs niet van uw staatshoofd heb ontvangen. Ik heb deze brief namens
mijn familie en als Atjehnees geschreven omdat we een lange en pijnvolle
periode in onze gedeelde geschiedenis hebben meegemaakt.

Onze Atjese diaspora wordt ieder jaar rond eind maart over de hele
wereld herdacht als “The Black Day” (“De Zwarte Dag”), omdat Nederland
toen officieel de oorlog verklaarde aan de soevereine staat van Atjeh en
op diezelfde dag ons land binnenviel op 26 maart 1873. Volgens de
historische feiten van uw eigen regering was de oorlog in Atjeh de
langste en bloedigste, die voornamelijk werd gesteund door fondsen.
Door deze oorlog verloor onze staat haar soevereiniteit. Bovendien
verloren duizenden van onze overgrootvaders in deze oorlog hun leven,
waardoor er vele weduwen en wezen achterbleven.

Het was uw staat, die ons land binnenviel en er één van de bloedigste en
zelfs langste koloniale oorlog uit de geschiedenis veroorzaakte. Als
onze mensen uw land op deze manier zouden binnenvallen of koloniseren,
zou u dit dan accepteren? Wat zou u dan doen in dit geval? Onze
overgrootouders van Atjeh werden wreed door uw soldaten neergeschoten,
die het “Korps Marechaussee te voet” werden genoemd.
Beste Nederlanders,

Nederland is een democratisch land en zelfs lid van de Europese Unie,
die volledig de rechten van de mens respecteert in de geciviliseerde
lidstaten. Echter, de geschiedenis van uw land, dat onbeschaafd in
actie kwam tegen Atjeh, mag niet zomaar worden vergeten. Een vers uit
het Heilige Schrift van de bijbel luidt als volgt: “Gij zult uw naaste
liefhebben als uzelven” (Mattheüs 22:39). Is dit vers alleen voor
christenen bedoeld of ook voor mij, die een ander godsdienst heeft?
Met deze vraag in het achterhoofd heb ik deze brief opgesteld.

Ik vraag alle Nederlanders dus om de morele verantwoordelijkheid van
uw land, voor hetgeen aan ons volk in het verleden is toegebracht, onder
de aandacht te brengen en tot verzoening te komen zodat Nederlanders
een een ander beeld krijgen van Atjeh.
Met vriendelijke groet,
Asnawi Ali
Örebro, Zweden
E-mail: asnawiali@gmail.com

Related posts
Uncategorized

AMANAT PANGLIMA TNAD DI HARI KEBANGSAAN NEGARA ATJÉH DARUSSALAM KE 44

Amamat Panglima Angkatan Prang Teuntra Negara Atjéh Darussalam dalam Ulang Tahun yang ke-44 AM 4/12/1976-4/12/ 2020 Apakah Perjuangan Negara Aceh dikatagorikan ilegal…
Uncategorized

Hari Ulang Tahun Kebangsaan Negera Atjéh Darussalam ke 44

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh Syukur Alhamdulilah yang masih mentakdirkan Hidup kita dalam Iman dan Islam, serta sehat badan dan pikiran. Selawat serta…
Uncategorized

4 Desember Ulang Tahun GAM Atau Ulang Tahun AM ?

Bila hari ini adalah Ultah GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang ke 44 maka hari ini pula kami memperingati hari pembantaian keluarga kami…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *