by

UREUËNG ATJÈH HANA DJITEUÔH SEUMIKÉ LÉ?

UREUËNG ATJÈH HANA DJITEUÔH SEUMIKÉ LÉ?

Lihat saja sebelumnya Tgk Tjhik Di Tiro M Saman diberi gelar Pahlawan Nasional Indonesia, serupa juga dengan Tjut Njak Dhiën. Apakah sampai hayatnya mereka dulu itu berjuang untuk nasionalisme Indonesia?

Apakah sudah ada bendera Indonesia ketika Tgk Tjhik Di Tiro M Saman & Tjut Njak Dhiën berjuang dulu? Lalu kenapa menjadi pahlawan NKRI? Itu semua karena trik Jakarta dan disetuji oleh kaki tangannya dulu di Aceh (Gubernur cs).

Contoh: untuk kasus WNI Tgk Hasan Tiro. Itu kerjaan oligarkinya. Tidak dipikir panjang apa efeknya kedepan bila almarhum di WNI kan. Apakah ditodongkan bedil di kepala ahli waris Tgk Hasan Tiro agar mau menandatangani sertifikat menjadi WNI? Dan juga, benarkah akan mati kelaparan kalau tidak meneken peng-WNI Almarhum tersebut?

Lalu, kalaupun ahli waris almarhum Tgk Hasan Tiro dikasih duit untuk persetujuan WNI maka uang itu mungkin sudah habis sekarang. Tapi kalau jadi catatan sejarah Indonesia, maka indôn akan menggunakannya demi kepentingan abadinya.

Laksamana Keumalahayati

Sedangkan sekarang pun tidak ditodongkan bedil diatas kepala ahli waris Laksamana Keumalahayati. Kalaupun misalnya dikasih duit sogokan, berapa juta dan berapa lama bisa bertahan menikmati duit haram itu? Dan juga, tidak mati kelaparan kalau tidak menerima/mengakui Laksamana Keumalahayati menjadi pahlawan nasional Indonesia.

Oleh karenanya, dalam konteks tersebut persis seperti Tgk Hasan Tiro katakan dulunya bahwa: “Ureuëng Atjèh ka habéh gadoh karakter. Dumpeuë ka gabai. Sapeuë hana djirasa lé. Hana djiteuôh lé seumiké”.

Note:

Cara Menghancurkan Dan Menjajah Sebuah Bangsa. Ada tiga cara atau langkah untuk melemahkan dan menjajah sebuah bangsa.

Pertama: Kaburkan Sejarahnya.

Kedua: Hancurkan bukti-bukti sejarah bangsa itu sehingga tidak bisa diteliti dan dibuktikan kebenarannya.

Ketiga: Putuskan hubungan mereka dengan leluhurnya dengan mengatakan bahwa leluhur itu bodoh dan primitif.

Dikutip dari buku (Architects of Deception – author Juri Lina)

Neu Susoen Uleh: Anggota Presidium ASNLF Asnawi Ali

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed