by

Tersisih Menang Menyisihkan Kalah

SEUMEUNYEH, KONFLIK, ATJEH MERDEHKA DAN PENGKHIANATAN SEBAGIAN ANGGOTA GAM. 3

Dari sekian banyak yang merasa diri sebagai penguasa sekarang ini menganggab diri sudah menang dan mampu mengelabui kawan kawan seperjuangannya, mereka pada dasarnya menyadari bahwa dirinya kalah, walau menampakkan kegagahan diri setiap waktu yang mereka sendiri sebenarnya sedang menikmati azab Allah dengan kegelisahan diri akibat pengkhianatan terhadap diri, Agama, Bangsa dan Negaranya, pengingkaran terhadap sumpah Atjeh Merdehka bukanlah hal yang mudah untuk di pertanggung jawabkan, tidak bisa selesai hanya dengan membayar kafarah saja, semua yang telah mereka lakukan bukan hanya selesai dengan pencipta namun lebih sampai persoalan sesama manusia, dari itu walau hari ini mereka menjadi pemenang sebenarnya mereka adalah orang kalah dengan cara hina, walau mereka menutupi semua yang mereka lakukan selama ini.
Kekalahan yang paling jelas ada pada diri mereka sendiri yang menikmati hasil tulang belulang bangsanya dan darah saudara seperjuangannya yang terikat dengan sumpah Atjeh Merdehka. Di tambah dengan penderitaan perasaan yang setiap waktu merasa gundah dan gelisah karena tiada lagi fitrah perjuangan pada dirinya, lebih lagi sampai ke tingkat menposisikan diri sebagai firaun yang memaksa kehendaknya untuk mewajibkan pada bangsa, agar memilih dirinya sebagai penguasa lanjuta yang tidak punya kemampuan mengelola sesuai dengan apa yang di harapkan oleh bangsanya.
Inilah kondisi sebahagian kecil fakta yang di sembunyikan di balik sekian banyak fakta yang tersembunyi, yang telah di lakoni oleh mereka para penyisih dan pengkhianatan sumpah Atjeh Merdehka tersebut.
Sebaliknya kemenangan yang di miliki oleh sebahagian yang tersisih akibat provaganda para penyisih sangat nyata hari ini, mereka terus bekerja untuk bangsanya baik di dalam atau di luar, terus membentang sayabnya untuk membuktikan kepada bangsanya dan dunia bahwa mereka yang tersisihlan sebenarmya pemenang yang sebenarnya.
Bangsa di setiap pelosok bumi pasti bisa menilai siapa yang benar dan siapa yang salah, siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Dalam hal ini Malek Mahmud dan petnggi lainlah yang tau persis kenapa ini harus terjadi, termasuk lambang TNA mengapa harus di ganti yang menjadi TAM, inilah mengapa saya katakan ini memang skenario yang sudah di rancang dari awal, kalau lamnbang TAM menjadi persoalan bermakna mereka berhasil di peralat oleh Malek Mahmut laknatullag yang persis tau kenapa demi kebenaran dan kemenangan harus di munculkan.
Mumculnyan logo TAM sebenarnya bukan baru baru ini, namum jauh sebelumna sudah ada, karena untuk mengelabui bangsa Malek Mahmut tidak setuju untuk di munculkan kepermukaan, setelahnya mereka menprovaganda agar yang benar tersisih dan yang salah terangkat, hingga berhasillah mereka menpancasilaiskan bangsa ini untuk yang kesekian kali.
Namun yang namanya kebenaran sampai kapanpun akan tetap harum dan di kenang sebaliknya kesalahan akan mendapat tantangan dari mana saja dan akan Allah buka satu persatu kepermukaan agar di ketahui oleh setiap bangsa yang mulia. Hingga kebenaran akan menadi pemimpin di muka bumi seperti kata Rasulullah saw.
Terlepas setuju atau tidak, terlibat atau tidaknya kita dalam menghidangkan ke merdekaan ini kepada bangsa, insya Allah semua itu akan hadir di hadapan kita satu waktu yang saat itu sudah banyak yang tidak yakin dan saat itulah Allah akan mengadirkan kebenaran yang tersisih sebagai pemenang………

Bersambung

Tgk. Syeh. Meuhidang. S.mh

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed