by

TAM vs GAM dan RI

MENGAKUI DAN DIAKUI
TAM vs GAM dan RI

Setiap aktifitas dalam kehidupan manusia akan selalu mengakui setiap perbuatan yang di lakukannya.
Namun apakah mengakui sudah cukup alasan di setiap aktifitas ?

Inilah hal yang sampai hari ini menjadi perdebatan panjang bagi mereka yang pernah di akui yang hari ini sudah tidak ada lagi pengakuan dari bangsa kecuali mereka yang memposisikan diri sebagai pengikut pengkhianat sumpah.
Dalam beberapa pertemuan antara perwakilan TAM dan GAM di setiap pertemuan mereka selalu bertanya dengan pertanyaan di mana anda saat konflik dulu ?

Sebagai alasan untuk mematahkan lawan agar di akui.
Sebaliknya saat pertanyaan balik mereka secara tidak sadar sudah mengakui sendiri bahwa mereka tidak punya pengakuan lagi dari bangsa.
Pertanyaan dari pihak TAM di mana Anda sekarang apa masih berjuang untuk kemerdekaan hingga terlepas dari cengkeraman penjajah ?
Atau sebaliknya sudah menyerah bersama penjajah ?

Dalam hal ini kalau hari ini banyak para pihak yang mengambil keuntungan di balik semua itu sudah tidak perlu di pertanyakan lagi.
1. pengakuan baru-baru ini dari time sukses Muzaki Manaf di salah satu acara melayat di salah satu tempat orang meninggal di daerah Ule kareng, mereka mengaku bahwa TAM adalah kelompok Muzakir Manaf, sungguh sangat berseberangan antara pengakuan dan pelaksanaan, hal tersebut secara sadar atau tidak mereka sudah mengakui dan mengambil keuntungan dari pihak yang tidak seidiologi dengan mereka, namun demikian bagi kami semua tidak menjadi persoalan yang penting mereka sudah mengaku bersalah. Hal sedemikian rupa mereka ucapkan secara tidak sadar pada seseorang beberapa hari yang lalu dan pada saat itu pula saya Abu Bakar Al Asyi secara bersamaan berada di tempat tersebut, secara pribadi dan kelompok saya mengucapkan terima kasih atas pengakuan dan sebaliknya pula kami dengan sangat menyesal tidak bisa menerima dan mengakui pengakuan dari pihak time Muzakir Manaf tersebut.

2. Di pihak lain isu di ciptakan oleh pihak Irwandi Yusuf bahwa TAM adalah kelompok mereka dan itupun Tanpa sadar mereka katakan pada beberapa pertemuan dengan pihak yang mereka tidak sadar bahwa yang mereka jumpai ada kelompok TAM di situ, sayang sekali demi kekuasaan dalam mempertahankan hukum kafir Pancasila laknatullah mereka rela menjual TAM demi kepentingan sesaat, sama halnya saya mengucapkan terima kasih atas pengakuan tersebut sebaliknya kami tidak bisa mengakui apa yang anda sampaikan dan katakan tersebut karena kami dari pihak TAM menuntut kemerdekaan bukan menyerah pada musuh dan berkhianat terhadap sumpah Atjeh Merdehka.

3. Dalam beberapa bulan yang lalu dari pihak dr. Zaini Abdullah mengirimkan utusan untuk bertemu saya Abu Bakar Al Asyi dan mereka merayu saya dan mengakui atas kesalahan mereka dan menego saya untuk diam sementara waktu dan di beri iming-iming dengan uang dan posisi dalam menentukan kebijakan, sayangnya saat saya menanyakan apakah uang dan kebijakan tersebut bisa menjadikan sebagai kunci surga ? Mereka tidak bisa menjawab, namun demikian saya tetap mengucapkan terima kasih banyak atas kesadaran dalam pengakuan namun kami dari pihak TAM belum bisa mengakui semua itu dan dengan sangat menyesal kami menganggap mereka penjilat dan kelompok pengkhianat sumpah Atjeh Merdehka dan pembunuh idiologi Islam menggantikan kepada Pancasilais laknatullah.

4. Pihak Zakaria Saman ini baru terjadi semalam di Warkop cut nun lingke, ini lagi asik untuk di bicarakan, mereka merayu saya bantu kami, kami akan membantu anda !

Hal aneh yang di luar dugaan terbongkar bahwa mereka ingin sekali menguasai posisi tersebut dan yang sangat menyakitkan saat mereka saya tanyakan apakah kalian sadar mereka menjawab sadar.
Rasa sakit bagi saya saat mereka menjawab sadar adalah mereka sudah gila dengan kekuasaan yang mereka sendiri sudah menjadi lamit penjajah.
Namun demikian saya ucapkan terima kasih sudah menjumpai saya dan dengan sangat terpaksa saya harus mengatakan bahwa anda adalah orang gila bukan orang sadar, masih mau di perbudak oleh penjajah dan bagi anda saya anggap kelompok ATJEH PUNGO jabatan dari penjajah.

5. Kalau Tarmizi Karim ini bukan dengan saya malah langsung dengan Gurèë Rahman Samudera Pasai, Ia merayu Guree karena ingin naik jadi gubernur dan langsung ke Swedia dan menghantarkan uang Rp 300.000.000,- dan di tolak kemudian di ambil oleh Dr. Husaini Hasan. Lalu tidak heran setelannya mereka Husaini hasan hari ini menjerah dengan NKRI dengan nilai tersebut lalu larut yang di bantu oleh sufaini sheky yang mengaku diri sebagai jubir GAM Australia yang dengan sangat menyesal hari ini masih mengaku dan tidak di akui masih menyerah dan bekerjasama dengan TNI dan Din Minimi dalam melakukan provaganda murahan dan bermain di belakang layar.

6. Abdullah puteh ini manusia yang langsung bertemu dengan saya di kafe tower simpang lima dan mengajak saya dengan gaya di plomasinya dan sangat sayang saya harus menjawab untuk apa gubernur kalau anda dan saya masih dalam NKRI ?
Yang namanya politisi akan selalu banyak akal dalam melobi musuh idiologi, akan membalik fakta menjadi kisah nyata yang harus di jalankan dan wajib !

Inilah manusia yang sangat bahaya dan sudah banyak memutarkan Bangsa ATJEH hingga menghembuskan syariat Islam yang padahal syariat jahiliah yang di jalankan dan sampai hari ini setelah korupsi hak rakyat masih mempunyai tangan yang utuh.

Banyak lagi hal yang tidak mungkin bisa saya tulis di sini dan semoga menjadi pedoman, yang paling penting dari semua ini semoga bisa di jadikan pedoman untuk menata Atjeh kedepan yang lebih baik dan tujuan TAM adalah :
1. Teuntra Atjeh Meurdehka (TAM ) ASNLF / AM ( Acheh Sumatra National Liberation Front / Atjeh Meurdehka ) tidak membela satupun pasangan calon gubernur, karena  Teuntra Atjeh Merdehka (TAM) ASNLF / AM ( Acheh Sumatra National Liberation Front / Atjeh Meurdehka ) hanya bertujuan untuk menghidangkan Atjeh Darussalam Meurdehka di dalam hukum Allah SWT dan Rasul-nya.

Penulis : Abu Bakar Al-Asyi (Jubir TAM )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed