ACMSeulamat Teuka di Website achehcybermilitary.org
Uncategorized

SURAT WARGA ITALIA UNTUK DUNIA

“Lakukan Pencegahan jika Tak Mau Menyesal”

Italia menjadi satu dari beberapa negara di dunia yang dikarantina karena kasus Virus Corona yang luar biasa. Situasi di sini saat ini buruk namun yang lebih buruk lagi adalah melihat dunia merasa seolah-olah virus Corona tak akan menyentuhnya. Kami telah mengalaminya, sehingga kami tau apa yang sedang kalian pikirkan saat ini.

Semua berawal dari tahap pertama, dimana kami tau virus Corona itu ada dan sudah ada kasus di negara kami. Banyak yang kemudian berpikir “tidak ada yang perlu dikhawatirkan, virus Corona hanyalah flu dengan tingkatan yang lebih parah”. Selain itu banyak juga yang berpikiran tidak mungkin terjangkit karena usia yang masih muda.

Kemudian ketika beberapa orang mulai menggunakan masker saat bepergian, mulai sering mencuci tangan, beberapa dengan mudahnya menganggap semua orang berlebihan. Dan mereka tetap akan menjalani hidup seperti biasa tanpa rasa ketakutan. Lalu masuk ke tahap kedua di mana angka kasus virus Corona terus meningkat dengan signifikan.

Hingga pada (22/2/2020) satu hingga dua kota di Italia dikarantina bahkan ditetapkan menjadi red zone atau zona merah. Disaat itu kami mulai merasa khawatir, tapi kami masih berpikir petugas medis akan merawatnya sehingga tidak perlu panik. Kami juga masih akan berpikir beberapa orang yang meninggal karena virus adalah orang-orang tua dan menganggap media hanya membuat kepanikan.

Kami masih terus menjalani hidup seperti biasa dan terus bertemu dengan teman-teman karena menganggap semua baik-baik saja. Setelah itu, jumlah pasien meningkat dengan cepat. Angka tersebut menjadi dua kali lipat dalam satu hari. Angka kematian juga menjadi lebih banyak. Kemudian pada (7/3/2020) 4 wilayah dengan kasus tertinggi diisolasi dan ditetapkan zona merah.

Hingga 25% dari negara Italia diisolasi. Sekolah, universitas ditutup, namun kantor-kantor, bar hingga restoran dan tempat tempat umum lainnya masih tetap buka. Informasi tersebut diberitakan oleh media sebelum pemerintah memberitakannya. Hal tersebut membuat 10.000 orang dari zona merah kabur kembali ke rumah mereka masing-masing.

Sebagian besar populasi di Italia masih melakukan aktivitas seperti biasa. Mereka tidak menyadari betapa seriusnya situasi yang sedang mereka hadapi. Di manapun mereka mengingatkan orang-orang untuk mencuci tangan dan mengurangi kegiatan di luar, sebagian besar akan menolak. Bahkan setiap lima menit di televisi selalu mengingatkan tentang aturan ini, namun tetap saja tidak dihiraukan.

Angka kasus virus Corona terus meningkat bahkan sudah mencapai angka yang sangat tinggi. Sekolah dan universitas di seluruh Italia ditutup selama sebulan. Situasi ini ditetapkan menjadi situasi darurat kesehatan nasional. Rumah sakit penuh bahkan sleuruh unit dikosongkan untuk pasien virus Corona.

Tenaga medis kurang hingga akhirnya memanggil kembali pensiunan untuk bekerja lagi. Namun tetap tidak ada perubahan yang berarti, mereka telah bekerja sebisa mungkin. Para dokter dan suster terinfeksi dan menularkannya kepada keluarga mereka. Terlalu banyak kasus pneumonia, terlalu banyak orang yang membutuhkan ICU dan tidak cukup tempat untuk semua orang.

Sehingga para dokter harus memilih mana yang harus ditangani berdasarkan pada peluang hidup pasien. Artinya, pasien stroke dan pasien lainnya tidak dapat ditangani lantaran pasien Corona menjadi prioritas. Tidak ada sumber daya yang cukup untuk semua orang sehingga mereka harus didistribusikan untuk hasil terbaik.

Penulis berharap situasi ini hanyalah ilusi, tapi itulah yang terjadi. Orang-orang meninggal lantaran tak ada lagi tempat. Seorang teman dokter bercerita, dirinya hancur lantaran membiarkan 3 orang meninggal hari itu. Para perawat menangis melihat orang-orang meninggal dan tak bisa berbuat apapun.

Mereka tak bisa memberikan oksigen karena harus mengutamakan pasien prioritas. Situasinya sangat kacau, virus Corona dan krisis adalah hal yang mereka dengar dimana-mana. Masih ingat dengan 10 K orang yang kabur dari zona merah? Setelah itu orang-orang masih pergi bekerja, berbelanja, pergi ke apotek dan bisnis pun juga masih buka.

Pada (9/3/2020) Italia mendeklarasikan untuk lockdown. Tujuannya untuk mengurangi penyebaran virus. Orang-orang mulai ketakutan, mereka mulai menggunakan masker dan sarung tangan. Setelah itu semua bar, restoran dan shopping center tutup kecuali supermarket dan toko obat.

Mereka dapat bepergian bila mereka telah mendapat certification. Certification itu berisi nama, asal dan tujuan untuk bepergian. Sangat banyak polisi yang berjaga di banyak lokasi. (*)

Related posts
Uncategorized

Aceh Bukan Indonesia

Rumah Kami Bukan Indonesia… Banyak Netizen Bertanya Terutama Netizen Yang Berada Di Luar Aceh. Seandainya Aceh Lepas ( Merdeka ) Dari Tangan…
Uncategorized

15 Agustus Hari Kemalangan Aceh, Bukan Hari Damai Aceh

“REFLEKSI 15 TAHUN MoU HELSINKI ( 15-8-2005 – 15-8-2020 ) Semua Rakyat Acheh hari ini menjadi Hakim / juri untuk menilai dan…
Uncategorized

DJAWABAN ULEÈ BIRO PENERANGAN TNAD WILAYAH ATJÉH RAJÈUK TERHADAP YANG MENGAKU DIRI KETURUNAN RAJA ACEH DARUSSALAM

Trok seu- eue dari Fb ” Adhari S ” Contoh2 sifeut kaom durhaka keu bangsa dan nanggroe, ; Kelompok Aceh Sumatra, Publoe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *