by

Peunjata Bai’at Peujuang Neugara Islam Atjeh Keulai

Siaran Pers  01 oktober  2016
Bangsa Aceh yang mulia,

Assalamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh,

Atas nama Atjèh Meurdéhka (ASNLF), kami mengucapkan Selamat  Menyambut tahun baru Islam 1438 H khususnya kepada bangsa Aceh dan sdr/i se Islam umumnya di mana saja berada.

Memasuki tahun baru Islam 1  Muharram 1438 H kami dari Teuntra Atjeh Merdehka, mengajak seluruh masyarakat Atjeh umumnya dan bangsa Atjeh khususunya untuk sama – sama kembali kepada fitrah kebangsaan dengan penuh nasionalisme kebangsaan yang Islami, sekaligus merapatkan barisan dalam melawan kezhaliman mereka kafir pancasilais, demi tegaknya hukum Allah dan kembalinya kita kepada Islam yang kaffah di Bumi Aceh.
Hijriah merupakan momentum yang paling tepat kembali kepada jati diri kita sebagai bangsa yang bermarwah dengan harapan adanya ridha Allah SWT, sampai terhidangnya Atjeh Merdeka.

Juru bicara  Teuntra Atjeh Meurdehka (TAM) ASNLF/AM ( Atjeh Sumatera Nasional Liberation Front / Atjeh Merdeka )

dengan momentum tahun baru Islam 1438 H ini, kami atas nama Bangsa Atjeh mewakili  Teuntra Atjeh Meurdehka melalui Jubir TAM mendeklarasikan Bai’at Neugara Islam Atjeh  yang telah di revisi dan di sesuaikan melalui musyawarah yang terwakili semua unsur, sebagai wujud kembalinya tersenambung perjuangan suci bangsa  Aceh, setelah menyerahnya pihak GAM dengan musuh Bangsa Aceh dan wali Neugara Aceh Teungku Muhammad Hasan di Tiro RI tepat tanggal 15 Agustus  2005 di Firlandia.

sebelumnya, Semenjak pengukuhan kembali ASNLF dalam sebuah pertemuan “Sigom Dônja” di Denmark, April 2012, organisasi perjuangan kemerdekaan Aceh ini telah mejalankan perjuangan kembali melalui diplomasi-diplomasi di luar negeri melalui badan Dunia  dan NGO seperti  PBB dan UNPO dalam priode 2012-2016. dengan berakhirnya masa kerja Presidium ASNLF periode 2012-2016, maka telah  diselenggarakan Rapat Majelis Umum (RMU) pada tanggal 25-27 Maret di Den Haag, Belanda.

Dalam RMU tersebut, Presidium ASNLF telah menyampaikan laporan pertanggungjawaban periode 2012-2016. Sebagaimana diatur dalam konstitusinya, juga telah berlangsung pemilihan pengurus  Presidium ASNLF kembali untuk masa kerja empat tahun ke depan 2016-2019. Penyusunan rencana kerja periode ini  juga telah di putuskan dalam rapat tersebut. maka dalam hal ini terbentukalah sayap kerja di dalam negeri Berupa bidang – bidang yang di butuhkan,  salah satunya adalah memberi peneragan langsung ke para pihak perkembangan perjuangan Aceh terkini pasca MOU Helsingki, melau Juru bicara Teuntra Atjeh Meurdehka (TAM) dalam hal ini di tunjuk Abu Bakar Al Asyi  nama lakab demi keamanan, sebagai pertanggung jawab penerangan pergerakan  di Aceh.

Untuk menghindari kesalahpahaman dalam masyarakat Aceh, ASNLF perlu menjelaskan struktur kepemimpinannya sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam menentukan arah dan menjalankan kegiatan organisasi tersebut.

Sebagaimana termaktub dalam konstitusinya, struktur ASNLF terdiri dari Sidang Umum, Presidium, Perwakilan Nanggroë, Sekretariat, Majlis Ureuëng Tuha (sebagai penasehat), dan Bendahara, serta Departemen-departemen sesuai keperluan. Supaya tidak terus diombang-ambing oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan perjuangan kemerdekaan bangsa Aceh melalui ASNLF, maka kami turut lampirkan beberapa nama, email dan telefon yang bertanggung jawab sebagaimana tercantum di bawah ini:
Ariffadhillah, Ketua, ariffadhillah@hotmail.com, +49 1577 3431 335

Yusuf Daud, Wakil Ketua, yusdapasi@gmail.com, +46 729 030 686

Madinatul Fajar, Kepala Sekretariat, madinatul.fajar@gmail.com, +1 720 722 2161

Adnan Daud, Anggota Sektrariat, daudadnan@live.com, +45 415 69 190

Asnawi Ali, Anggota Sekretariat, asnawiali@gmail.com, +46 736 863 064
Untuk mengkonfirmasi hal-hal yang meragukan, kontroversi atau usaha lawan untuk merusak citra ASNLF, silakan hubungi penanggung jawab yang tersebut di atas, supaya semuanya jelas sehingga tidak terjadi saling mencurigai sesama bangsa.

Selanjutnya, dengan penuh keikhlasan ASNLF juga menghimbau seluruh bangsa Aceh supaya tetap sabar dan istiqamah dengan perjuangan suci untuk membebaskan bangsa dan negara kita dari setiap penindasan dan penjajahan. Kemerdekaan itu merupakan hak pusaka bangsa Aceh yang tidak boleh dialihkan kepada siapapun.

Tertanda,

Abu Bakar Al Asyi
Juru Bicara Teuntra Atjeh Meurdehka

Ariffadhillah
Ketua Presidium ASNLF

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed