ACMSeulamat Teuka di Website achehcybermilitary.org
Uncategorized

Serba Serbi Hari Nasional Swedia

🇸🇪 Serba Serbi Hari Nasional Swedia 🇸🇪
Oleh: Asnawi Ali

  1. Bulan Juni saat ini seluruh jazirah Eropa sedang memasuki musim panas yang bagi para pekerja juga disebut dengan musim liburan. Di waktu yang sama, Sabtu kemarin (6/6), Swedia merayakan Hari Nasional mereka (Sveriges National Dag). Disebut sebagai hari nasional bukan hari kemerdekaan karena Swedia memang tidak pernah dijajah oleh negara mana pun dan juga tidak pernah menjajah negeri lain. Penabalan hari tersebut diputuskan oleh parlemen Swedia pada 1983. Sebelum tahun itu setiap 6 Juni hanya disebut sebagai ”Hari Bendera”(Flaggans Dag).
  2. Sudah lama memang jika untuk perayaan hari nasional di Swedia hampir layaknya hari biasa tanpa ada formalitas yang berlebihan. Tidak ada upacara penggerekan bendera dengan khidmat yang mengundang duta besar negara sahabat untuk berpartisipasi bersama. Asumsi saya karena negeri mereka ini tidak pernah merasakan kesengsaraan dan perjuangan heroik saat merebut kemerdekaan dari penjajah. Dugaan yang terakhir ini mungkin mendekati pada kebenaran. Penilaian pragmatis ini saya simpulkan setelah membaca lirik lagu kebangsaan mereka yang tidak mencerminkan keheroikan dan patriotisme sebuah perjuangan melawan kolonialisme, tetapi malah menggambarkan keindahan alam negerinya yang berada di dekat kutub utara.
  3. Menurut catatan yang ada, lagu ”Du Gamla, Du Fria” (Engkau Tua, Engkau Bebas) adalah lagu kebangsaan Swedia dalam seremonial kenegaraan. Walaupun undang-undang dasar Swedia tidak menyinggung tentang lagu kebangsaan, lagu ini dikenal oleh seluruh orang Swedia dan digunakan pada acara umum. Sebagai contohnya bila Swedia ikut serta dalam perlombaan olah raga skala dunia, tim nasional Swedia selalu menyanyikan lagu kebangsaan ini sebelum memulai pertandingannya.
  4. Dalam bulan Juni ini juga, di Swedia ada beberapa even yang terjadi hampir bersamaan. Di antaranya yang sempat saya catat seperti imigran yang memenuhi syarat akan menerima sertifikat menjadi warga negara Swedia, pengembalian pajak gaji kepada setiap warganya, berakhirnya masa kurikulum sekolah dari SD hingga SMU, liburan panjang musim panas bagi pekerja. Untuk yang terakhir ini, rakyat Swedia sudah menjadi adat bila biasanya liburan panjang dilalui dengan meninggalkan rumah pergi kemana mereka rencanakan sebelumnya.
  5. Bukan hanya sisi positif Swedia saja, ternyata di balik nama besarnya, di Swedia tumbuh subur benih-benih organisasi politik yang beraroma rasis bahkan ekstrimis seperti haluan neo Nazi. Fenomena ini bukan baru malah sudah lama, bahkan underbouw organisasi tersebut bersembunyi dibalik sebuah partai haluan kanan yang sudah berhasil masuk kedalam legislatif pusat di Stockholm serta juga hampir seluruh kommun (pemkot lokal) di Swedia. Jika sebelumnya puluhan tahun lalu Swedia begitu bersahabat dengan para imigran, kini mulai muncul momok anti imigran di hampir setiap kotanya.
  6. Salah satu dari tujuan dari organisasi tersebut adalah untuk mendominanisasi etnis Swedia dari segala administrasi kehidupan, kemudian menghindari supaya imigran luar datang ke Swedia, bahkan jika perlu imigran yang sudah ada dipulangkan kembali ke negara asalnya masing- masing. Sejatinya, mengeluarkan pendapat dan berekspresi adalah suatu kebebasan yang dibenarkan oleh undang-undang di Swedia, tapi opini yang disebarkan oleh mereka sudah menjurus kepada rasialis, Islamofobia yang berselindung disebalik Freedom of speech.
  7. Memang demikian lumrah adanya jika kita hidup di negeri orang, dimana-mana ada sikap rasis, cuma yang berbeda pada kuantitasnya. Sebuah fakta paradok dimana sebenarnya warga Swedia sendiri dulu adalah sangat ramai beremigrasi ke Amerika Serikat pada awal abad 19 dan 20. Saat itu sekitar 1,3 juta orang Swedia meninggalkan Swedia dan pindah ke Amerika Serikat. Negeri Paman Sam tersebut dulu merupakan magnet untuk orang miskin di seluruh Eropa. Sedangkan beberapa faktor yang membuat orang Swedia beremigrasi ke Amerika adalah pertumbuhan penduduk dan gagal panen membuat kondisi di pedesaan Swedia muram. Kecuali itu, laporan dari warga Swedia yang sudah lebih awal tiba sebelumnya yang melukiskan Amerika sebagai tempat menambang dolar atau dulu lazim disebut dengan ”American Dream”.

🇸🇪 SEKILAS TENTANG SWEDIA 🇸🇪

SEBELUMNYA kerajaan Swedia dan Norwegia antara tahun 1814 dan 1905 bersatu di bawah satu monarki. Namun setelah 91 tahun bersatu kemudian Norwegia memisahkan diri dari union tersebut menjadi sebuah negara yang berdaulat. Monarki Swedia seperti lazimnya negara lain hanya sebagai simbol saja dan usia kerajaannya hingga saat ini hampir mencapai satu milenium.

Dulu, Swedia merupakan salah satu negara termiskin di Eropa pada abad ke-19. Hal ini dikarenakan konsumsi alkohol yang tinggi dan dogmatik Protestanisme. Kemudian, transportasi dan komunikasi berkembang pesat hingga pemanfaatan aset alam seperti kayu dan biji besi dari beberapa wilayah negara bagian negara untuk kemakmuran negerinya, termasuk sebagai produsen mobil mewah terkenal, Volvo.

Sekarang, negeri ini didefinisikan sebagai salah satu negara makmur di Eropa dan berada di di salah satu urutan atas dalam indeks pengembangan manusia versi PBB. Pada tahun 1995, Swedia bergabung dengan Uni Eropa, namun sampai kini Swedia masih belum bergabung dengan Persatuan Moneter Eropa sehingga mata uang yang digunakan bukan Euro melainkan tetap memakai mata uangnya sendiri, yakni Kronor.

Daerah Swedia terletak di belahan bumi utara yang berbatasan langsung dengan kutub utara. Di sebelah timur, wilayahnya dibatasi Laut Baltik dan Teluk Bothnia. Batas di bagian barat dengan Norwegia adalah Pegunungan Skandinavia. Kepadatan penduduk cenderung lebih tinggi di daerah selatan yang mayoritas agrikultur dan semakin ke utara hutan semakin lebat.

Kepadatan penduduk Swedia sangatlah rendah kecuali di daerah metropolitan. Populasi penduduk Swedia mencapai angka 9,5 juta jiwa dan memiliki tingkat harapan hidup yang tinggi dibanding dengan negara-negara umumnya. Penduduk aslinya adalah Orang Sami. Sebagian besar orang Swedia adalah pendatang atau keturunan pendatang dari abad ke-20, namun terdapat sekitar 50.000 suku Finlandia asli yang merupakan salah satu minoritas di Swedia.

Setelah perang Dunia II, Swedia banyak menerima pendatang terutama karena perang di negara lain seperti dari Irak, Iran, Yugoslavia, Bosnia, Palestina, Afghanistan, Somalia serta orang-orang Amerika Serikat yang tidak ikut perang di Vietnam. Dari kaum pendatang itu tidak lupa juga tercatat puluhan imigran warga Aceh yang pertama sekali tiba di Swedia sejak Oktober tahun 1980.

(Penulis adalah wartawan lepas dan sejak 2005 bermukim di Swedia)

Related posts
Uncategorized

Aceh Bukan Indonesia

Rumah Kami Bukan Indonesia… Banyak Netizen Bertanya Terutama Netizen Yang Berada Di Luar Aceh. Seandainya Aceh Lepas ( Merdeka ) Dari Tangan…
Uncategorized

15 Agustus Hari Kemalangan Aceh, Bukan Hari Damai Aceh

“REFLEKSI 15 TAHUN MoU HELSINKI ( 15-8-2005 – 15-8-2020 ) Semua Rakyat Acheh hari ini menjadi Hakim / juri untuk menilai dan…
Uncategorized

DJAWABAN ULEÈ BIRO PENERANGAN TNAD WILAYAH ATJÉH RAJÈUK TERHADAP YANG MENGAKU DIRI KETURUNAN RAJA ACEH DARUSSALAM

Trok seu- eue dari Fb ” Adhari S ” Contoh2 sifeut kaom durhaka keu bangsa dan nanggroe, ; Kelompok Aceh Sumatra, Publoe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *