ACMSeulamat Teuka di Website achehcybermilitary.org
Dalam NegeriDokumenHot NewsOpiniPers Rilis

POLRI NKRI Menipu Kasus, Hari Ini Yang Wajib Kita Tau Dan Merenungkan!

ACM.Turki–SERBA-SERBI HARI INI YANG WAJIB DIBACA DAN DIRENUNGKAN!

“Kalau tidak setuju dan kurang mengerti apa yang saya tulis, silakan tanya kepada saya!”

Jangan tertipu dengan propaganda serdadu Jawa ini, seperti dalam link terlampir. Sebenarnya pemilik dan penanam ladang ganja ini adalah serdadu jawa Polri itu. Apabila sudah panen, mereka berpura-pura melakukan operasi di tempat tersebut supaya mudah mengangkutnya. Mereka bilang itu diangkut sebagai barang bukti? Adakah orang Aceh yang sanggup diperbodoh percaya dengan suara busuk jengkol yang keluar dari mulut kaum penjajah itu?

Saya sudah pernah mengintai masuk kampung keluar kampung di kawasan Lamteuba, Lampanah dan lembah seulawah lainnya. Berjumpa dengan tokoh masyarakat di sana. Mereka telah mengungkapkan rahasia perbuatan para dajjal indon Jawa nkri itu. Kata mereka bahwa serdadu Polri dan TNI itulah yang sebenarnya menjadi pemilik dan penanam ganja tersebut. Para serdadu ini mulai dari atasan sampai ke kaleng susunya juga turut menipu dan membujuk rakyat yang susah dalam kampung dan juga mempergunakan generasi Aceh yang telah dirusak moralnya untuk menanam ganja. Benih dan pupuk disediakan oleh serdadu Jawa indon itu dan mereka dijanjikan diberi upah atau bagi hasil. Ada yang sampai panen atau “operasi” mereka tidak mendapat upah, malah mereka turut ditangkap.

Serdadu Polri dan TNI ini telah membangun tangsinya di Cinta Alam dan Laweung dengan modus SPN dan batalyon mereka. Dan dengan muslihat Jawa jokowi mereka juga sudah coba menipu dengan cara lain, sudah tidak secara terang-terangan mengemukakan modus transmigrasi, tetapi sekarang menggunakan istilah “Ketahanan pangan” bersama TNI dan Polri. Padahal ini sebenarnya teknik Belanda tanam labu. Tanah bangsa Aceh sebagai tanah pribadi dan tanah adat di sana telah dikuasai oleh serdadu penjajah itu dengan berpura-pura tanam pisang sebagai propaganda bandit-bandit ketuanya untuk “ketahanan pangan”.

Juga sebagai taktik mengirim intelnya ke kampung-kampung dengan alasan “Penyuluh Pertanian”. Ramai serdadu TNI & Polri Jawa indon dan sebagiannya digunakan anak tempatan yang telah direkrut dalam BIN atau anggota serdadu untuk ditempatkan sebagai penyuluh pertanian dan peternakan, serta perikanan sebagai salah satu program terselubung mereka.

Mereka memilih bidang-bidang  strategis dan mudah mengelabui rakyat kampung untuk menyusup ke dalam kehidupan rakyat. Saya sudah berhasil mengungkapkan teknik busuk dan konyol mereka ini. Mereka juga membentuk pasukan menembak, polisi hutan untuk umum atau anak muda, juga bergabung dalam RAPI, ORARI dan sejenisnya. Macam KNPI, FKPPI dan sejenisnya itu memang pion-pion mereka!

Jaringan narkotika dipilih sebagai salah satu bidang kegiatan mereka, karena kegiatan ini mendatangkan bisnes dan ekonomi besar kepada mereka dan jaringannya adalah internasional, didampingi dapat merusak generasi Aceh dan juga menangkap mereka yang dijadikan umpan mereka serta mengompas uang pada keluarganya apabila mereka yang dijadikan umpan ditangkap. Ini sudah menjadi rahasia umum di Aceh.

Dengan kegiatan narkotika, para serdadu jawa penjajah ini bukan hanya mendapat sumber keuangan mereka untuk hidup mewah dan berpoya-poya, sebab kalau hanya dengan mengharap gaji bulanan penjajah indon jawakarta tidak sanggup membayar tinggi. Mereka telah menjadikan kegiatan narkotika di Aceh sebagai propaganda untuk menjelekkan Aceh di mata masyarakat dunia, dalam pikiran mereka. Tapi kita Bangsa Aceh yang beriman wajib percara dengan firman Allah “wamakaru wamakarallahu wallahu khairil makirin”! Kalau kita test air kencing para serdadu laknat jawa indon itu, hampir 102% mengandungi najis narkotika!

Untuk tujuan intelijen, serdadu jawa TNI dan Polri, mereka juga turut membuka bengkel mobil dan honda. Kita sudah berhasil melacak pergerakan mereka dalam kegiatan ini! Sebahagian pion2 mereka juga ditempatkan dalam operasi perusahaan swasta, perbankan, dan dalam NGO. Kita jangan termakan sangat dengan kegiatan NGO ini. Mereka ramai menipu orang dan badan pemerintah tertentu untuk mengumpul dana, kemudian dana tersebut diberikan kepada rakyat yang ditimpa bencana dalam bentuk rupa “Es bon-bon” saja. Selebihnya dienjoy oleh mereka untuk membangun istana atau rumah-rumah besar mereka. Minggu yang lalu saya jumpa sekumpulan pekerja NGO sedang menikmati holiday di atas puncak gunung salju.

Berarti mereka ini banyak makan gaji dari uang yang sepatutnya disalurkan kepada manusia yang memerlukan bantuan NGO, tetapi tidak kenyataannya.

Jadi bangsa Aceh saya nasihatkan jangan termakan propaganda mereka dan apalagi propagandis gadungan yang berpura-pura menyebelahi perjuangan bangsa Aceh untuk merdeka. Kita lihat contoh nyata sekarang ini, makhluk yang dulu pernah mengaku sebagai “PROOAGANDIS GAM” sudah kali kedua menjadi gubernur atau sarung tangan penjajah untuk memelihara berhala burung garuda di Aceh untuk memperkuat kedudukan dan cengkeraman kuku besi penjajah nkri jawa di bumi Aceh.

Seterusnya para pengkhianat ini akan mengumpul harta kekayaan untuk pribadinya, keluarga dan kroninya. Untuk rakyat juga pura2 diberi “Es Bon Bon”, misalnya mengaku bangun atau rehab rumah fakir miskin dan sejeninya, ngaku dengan duit sendiri lagi. Rumah yang dibuat hanya sesuai untuk kandang ayam dan bebek berkongsi tinggal. Darimana dia dapat uang sendiri, wajib diterangkan pada kita dengan bukti tertulis?!

Sementara mereka pengkhianat ini membangun rumah sendiri lengkap seperti istana fir’un. Juga wajib diterangkan pada rakyat sumber dananya, termasuk harta kekayaan lain yang dimiliki oleh para pengkhianat ini atau sarung tangan penjajah!

Ya para serdadu jawa laknat itu pula kalau kita lihat di Aceh hidup sangat mewah; ada mobil mewah, rumah mewah, kalau duduk makan dengan keluarganya di restoran bukan main berlagak di tepi meja kita. Disangka kita tidak tahu apa kerja dan berapa pendapatan bulanannya!

Bahkan kita juga sering melihat mereka dulu dalam masa gencarnya operasi militer jawa di Aceh sering ramai di bank, kantor pos, titipan kilat untuk mengirim uang atau paket kepada ibuk, ayah, nenek atau saudaranya yang hidup di bawah kolong jembatan dan rumah kardus di pulau jawa, dari hasil merampok dan mengompas di Aceh

Seperti sumber di link berikut;

http://mercinews.com/2017/05/03/polres-aceh-utara-musnahkan-3-hektar-ladang-ganja-di-sawang/

Neususoen Uleh : Abu Musafir Berkelana

Related posts
BeritaHot News

MATI SYAHID UMMAT ISLAM ACEH, DALAM PERANG MENGUSIR INDONESIA'

KENAPA ACEH WAJIB MENJAGA KEMERDEKAAN’ Amalan wajib dengan Ilmu Sebab Ilmu adalah Ruhnya amalan. Allah perintahkan melalui Rasullah bagi ummat Islam untuk…
Hot News

Djawaban Staf Biro TNAD Tentang Siapa Musuh Pejuang?

1.na yang sereng that kheun meunoe di Facebook” hai pakon hana neu musyawarah bek saleng meudawa, sesama keudro dro dan bangsa ?…
Dalam NegeriSejarah Aceh

Untuk Wali Negara Dari Wali Tengku Hasan Bukan Untuk Wali Nanggroe Ala Jawa Dalam UUD1945 - Pancasila

◼Dekrit “Keramat” Wali Negara Aceh Tengku Hasan di Tiro || ▪Banyak pihak bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang akan menggantikan tugas Wali Negara Aceh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *