by

SEJARAH TERSEMBUNYI ANTARA ATJEH, INDONESIA, JEPANG, BELANDA DAN KUCING

SEJARAH TERSEMBUNYI ANTARA ATJEH, INDONESIA, JEPANG, BELANDA DAN KUCING. 70.

(Misi pemurtadan, melawan demi kejayaan dunia akhirat dalam ceramah penerangan Abu Bakar Al Asyi jubir TAM “Teuntra Atjeh Merdehka ASNLF /AM Atjeh Sumatra National Liberation Front / Atjeh Merdeka. Di hadapan Teuntra TAM dan Bangsa Atjeh )

18 juni 1948 soekarno datang keu bireun untuk meminta bantuan kepada bangsa Atjeh dengan penuh harab dan merayu Abu Daud Beureueh untuk bersama dengan Indonesia dan dengan modal itu mereka menuju kemerdekaan yang sah dalam provokasi ilegal menuju tujuan pemurtadan bangsa.
Tertipunya bangsa Atjeh oleh soekarno dan kemudian di jadikan sebagai modal oleh para pihak pendusta untuk menguasai selanjutnya dengan mengedepankan kepentingan pemurtadan seperti yang di janjikan soekarno dengan Belanda ini menjadi fakta tersembunyi yang di tutupi setiap waktu dengan gaya apapun yang penting mereka bisa menguasai dan meujudkan keinginannya.
Inilah indonesia yang membalas kebaikan Atjeh dengan pengkhianatan, Atjeh di jadikan modal oleh mereka dan kemudian di musnahkan satu persatu baik idiologi, hasil bumi, malah sampai kepada orang yang di anggab menghalang misi pemurtadan mereka.
Setahun setelahnya lalu Atjeh di jadikan sebagai provinsi dan kemudian penistaan dan pengkhianatan terhadap janji satu persatu di mulai hingga kini, termasuk dengan ucapan Abu hasan krung kale di hilangkan sebagian oleh mereka demi tujuan para pengkhianat.
Kala itu Abu hasan krung kale mengatakan dengan bahasa “LEBIH BAIK PEMERINTAHAN YANG ZALIM SELAMA 70 ( Tujuh puluh ) DARI PADA TIDAK ADA PEMERINTAHAN SAMA SEKALI “. ini di jadikan modal oleh mereka para pengkhianat dan perpanjangan tangan penjajah beserta para penjajah dengan menghilangkan kalimat 70 ( Tujuh puluh ) tahun, bermakna dengan berhasil mereka mengelabui sejarah dengan menghilangkan kata tersebut berarti berhasillah mereka menjalankan misi dari agamis menjadi pancasilais, Target minimal mereka kalau tidak berhasil mengkristenkan bangsa di nusantara minimal bangsa di nusantara ini bisa di pancasilakan dalam keyakinan yang di paksakan untuk menjadi kafir, karena bagi mereka yang penting orang jangan berkeyakinan dan berhukum dengan keyakinan dan hukum Islam dan sampai saat ini mereka sudah berhasil dengan misinya, termasuk menprovagandakan kalau perang terjadi seakan melawan sesama yang padahal yang di katakan sesama adalah yang seide, sekeyakinan dan satu tujuan, sementara hari ini bagaimana di katakan sesama sementara tidak seide, satu tujuan dan sekeyakinan, di sini kita terprovokasi dengan bahasa tersebut, seakan mereka teman dan sesama padahal mereka adalah musuh dalam selimut.
Kalau kita menganggab mereka sesama sungguh kita sudah menafikan apa yang Allah nyatakan dan terangkan dalam cerita Nabi Adam As dengan anaknya Kabil, Nabi Nuh dengan anaknya Kan’an, sementara kita tidak ada kena mengena dengan darah sama sekali dengan para pengkhianat sumpah bagai mana kita katakan sesama, sementara yang sedarah saja bila tidak se keyakinan seperti cerita nabi di atas di anggab bukan sesama, kalau ini berhasil mereka provokasi bermakna mereka berhasil melanjutkan misi CRISTIAAN SNOUCK HURGRONJE kepada kita dengan gaya yang berbeda.
Di sini kita perlu mengetahui bahwa Abu Hasan Krung Kale, Abu Adnan Lhok sukon, Syeh Abdurrauf, sudah menyampaikan jauh hari sebelumnya yang kita tidak mendalaminya dan bila kita mengupas dan mendalami kita akan tau bahwa masa ADAK JIE POE PIEH HAN JIEOH JIE WOE DIE PIOH DI PUWOE BUNGKOH SUTRA. sudah sangatlah dekat yang makna dari bahasa tersebut adalah Merdeka dan berdaulahnya kembali Atjeh Darussalam.
Tidak bisa di nafikan bahwa apa yang terjadi antara Nabi Musa as dan Nabi Harun, as beserta pengikutnya itu akan terulang dalam kisah yang sama dalam waktu dan pelaku yang berbeda di dalam kenabian Nabi Muhammad saw, maka perlu kita sebagai bangsa Atjeh selaku ummat Nabi Muhammad saw untuk mengetahui hal tersebud agar tidak terjebak dengan Fir’au gaya moderend seperti hari ini yang mereka lakukan dengan nama samaran, seperti Fir ‘aunya Malek mahmud laknatullah dalam gaya pancasilais, Fir’aunnya Zaini Abdullah dalam gaya sintho pancasilais laknatullah, Firaunnya zakaria saman dengan gaya Budhiisme, Fira’aunya Muzakir manaf dengan gaya hinduisme pancasilais, Fira’unnya Tarmizi karim dengan gaya hinduisme agamis komunis pancasilais, Fir’aunnya Irwandi yusuf dengan gaya yahudi pancasilais dan Fir’aunnya Abdullah puteh dengan gaya hinduisme agamis komunis pancasilais laknatullah.
Bila bangsa Atjeh sudah memahami hal tersebut dan sudah siap untuk melawan hingga gagalnya pilkada maka insya Allah, Allah akan membantu kita menuju kejayaan dunia akhirat dengan terhidangnya Atjeh merdeka, lalu kita akan berjaya dengan idiologi agamis sampai kembali kepada dasar fitrah kita yang suci yaitu Atjeh Darussalam.

A . Al Qur’an

T . Tuntunan

J . Jamaah

E . Enyahnya

H . Hinduisme

Darussalam yang bermakna alam kesejahteraan ( alam negeri yang aman )

ATJEH DARUSSALAM bermakna Dengan tegaknya hukum Allah yang berpedoman Al Qur’an maka terhidanglah KESEJAHTERAAN DALAM NEGERI YANG AMAN. sebaliknya bila masih terprovokasi dengan Hindunesia bermakna celaka dan tidak akan pernah aman.

Sebagai bukti kita bisa melihat nama – nama orang di pemakaman CELCOFE siapa lebih banyak orang Belanda Atau orang beridiologi pancasilais kristiani, bukti ini membuktikan bahwa sampai saat ini bila merujuk kepada kamis 26 maret 1873 bermakna kita masih punya negara karena tidak pernah terkalahkan dan masih dalam perjuangan karena belum menang, dengan demikian berarti Indonesia bukanlah satu negara yang sah karena tidak punya asal muasal dan indonesia itu bermakna perpanjangan tangan penjajah dalam hal ini Belanda.
Sementara Atjeh adalah negara yang sah yang sampai saat ini masih ada bukti dan fakta yang nyata atau tersembunyi yang mulai kini sudah mulai terungkap.

Insya Allah dengan kita sama – sama dan secara bersama menghidangkan ADAK JIE POE PIEH HAN JIE OEH JIE WOE DIE PIOH JIE PUEWOE BUNGKOH SUTRA, maka akan hancurlah mereka para PEUREUTE UREUNG BATAT yang orang tersebut adalah calon Gubernur, Bupati, Walikota dan DPR.
Dengan kehancuran mereka maka berjayalah kita dengan bahasa Merdeka.
Dalam Negeri, ATJEH DARUSSALAM.

TULISAN INI AKAN DI PERTANGGUNG JAWABKAN DUNIA AKHIRAT

ALAHUAKBAR…ALLAHUAKBAR ….ALLAHUAKBAR

“UDEP MERDEHKA TAWO BAKPOE NGEN SYAHID”

 

TGK. SYEH MEUHIDANG. S.mh ( Abu Bakar Al Asyi )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed