by

Seandainya Syuhada Hidup Kembali

Seandainya syuhada hidup kembali

Aku telah berjuang untuk mempertahankan daulat negeriku
aku telah berkorban bahkan nyawa dan tubuhku berpisah
aku telah tiada dan aku bangga bisa memberi seluruh hidup untuk negeriku
aku rebah di medan tempur melawan si penjajah dan aku menang
kemanangan yang aku dapatkan adalah syahid berjuang di jalan Allah
aku dan beribu bangsaku telah syahid demi agamaku, negariku dan anak cucuku
merekalah yang akan memimpin negeri ini di masa akan datang

Pada saat negeri ini telah merdeka dan bebas dari penjajah
tinggallah perangai penjajah itu di negeriku
sehingga mereka yang memimpin negeri berperangai seperti penjajah
karena mereka tidak ikut berjuang bersamaku dan beribu bangsaku yang telah syahid
mereka bukan bagian dari kami, mereka menjarah harta bangsa mereka sendiri
hak anak yatim yang ayahnya ikut berjuang bersamaku
hak janda yang suaminya berada dalam pasukanku dan mereka semua syahid
demi satu kata yang dicita-citakan sejak awal-awal penjajahan yaitu “Merdeka”
kami berharap anak dan istri kami disantuni atas jasa kami
namun, syahidnya kami tidak ada harganya di mata mereka itu
ia. . . mereka itu para pemimpin yang zhalim.

Negeri ini sepeninggalanku telah berubah ideologi,
yang dulunya diimpikan menjadi negara Islam,
ternyata Islam hanya dipakai pada pembukaan acara saja
selebihnya ideologi penjajah yang telah hadir di tengah-tengah bangsaku
negeri ini tidak akan sejahtera, tenteram dan damai
bila pemimpin angkuh dan sombong, hanya memikirkan proyek dan keluarganya saja

Andai aku hidup kembali. . . .
akan ku hukum si pemimpin itu sama seperti aku menghukum penjajah negeriku
andai aku hidup kembali. . . .
akan ku tata ulang negeriku dengan ideologi Islam serta hukumnya
Andai aku hidup kembali. . . .
akan ku gerakkan roda pemerintahan ke jalur kanan
dan sumpah setiaku kepada negeri akan ku lanjutkan meski aku harus mati lagi
kini aku telah tiada. . . .
anak cucuku yang sudah dewasa paham akan arti perjuangan dan pengorbanan
semoga mereka tidak berperangai seperti penjajah dan pemimpin yang zhalim itu

Lhoknga, 6 Agustus 2016
Karya : Abadian Syakur

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed