by

Pesan Untuk Para Pejuang Masa Depan Aceh

Acm. Pesan Untuk Pejuang Masa Depan Aceh

Dalam sebuah Hadits, Rasulullah bersabda: “Bumi Konstantinople akan akan jatuh ke tangan Islam (ditakluki) di bawah seorang Panglima perang yang paling terbaik dan shaleh dari kalangannya sendiri.” ( diriwayatkan oleh Imam Ahmad).

Bertolak dari Hadits inilah Abu Ayub al- Ansyari (sahabat Rasulullah di Medinah yang rumah beliau pernah ditumpangi oleh Rasulullah pada awal masuk bandar Madinah) mengusulkan kepada khalifah Muawwiyah supaya mengirim pasukan Islam untuk menakluki Konstantinople. Seiring dengannya, Muawwiyah mengirim anaknya -Yazid- ke medan perang dan Ayub al- Ansyari juga ikut bersama pasukan Islam, walau pun dalam usia 80 tahun pada ketika itu. Karena alasan sakit di medan perang, Ayub berwasiat bahwa ‘sekiranya beliau mati, kuburkan aku di bumi Konstantinople untuk menjadi simbol di kemudian hari’. Akhirnya, beliau meninggal di bumi Konstantinople dan serangan tentera Islam dapat dipatahkan oleh tentera Rum yang dikenal amat tangguh pada masa itu.

Beberapa ratus tahun kemudian, Hadits Rasulullah ini baru terbukti kebenarannya, apabila Muhammad al-Fatéh menyerang pasukan Rum dan menakluki Konstantinople dan memerintah pada (1451-1481) Masehi. Soalannya sekarang, siapakah sebenarnya Muhammad Al-Fatéh? Dialah seorang muslim yang sejak aqil baligh, tidak pernah meninggalkan shalat fardhu, shalat sunat Rawatif dan Qiamulail (tahajjud malam), menguasai enam bahasa, pakar matamatik, fisika, astronomi dan strategi militer (perang). Beliau begitu brilian memimpin perang dengan tidak pernah meninggalkan shalat fardhu, sunat rawatif dan tahajjud selama berada di medan perang sekali pun. Separuh dari tenteranya terdiri dari muslim yang taat, tidak pernah meninggalkan shalat, shalat rawatif, taat dan patuh kepada arahan panglima perang. Dengan kekuatan inilah tentera Rum yang dikenal tangguh yang menguasai imperium Rum yang luas, akhirnya runtuh di tangan Muhammad al-Fateh.

Lantas, berbanding dengan kualitas pasukan Al-Fatéh, siapa pejuang Aceh, bagaimana kualitas keimanan dan komitmennya untuk membebaskan bumi Aceh di masa depan???

Tanya Dr.Yusra Habib, semoga ada bisa menjawab pertanyaan ini, dan ada yang melanjutkan perjalanan menuju Allah memberikan jalan Atjeh Darussalam Meurdehka di kemudian hari.

Neu suson Uleh Dr.Yusra Habib Abdul Gani

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed