ACMSeulamat Teuka di Website achehcybermilitary.org
DokumenHot NewsOpiniPejuang AcehSejarah Aceh

Nilai Inti Kepemimpinan Dalam Tiroisme

▪◾◼ Nilai Inti Kepemimpinan Dalam Tiroisme ◼◾▪

▪Dalam Tiroisme, hal yang paling esensi sebagai indikator kepemimpinan adalah shalat. Shalat tidak hanya sekedar ibadah yang menegaskan hubungan antara Allah dan manusia. Shalat tidak sekedar menjadi ritual syariah tanpa nilai. Lebih dari itu, shalat adalah inti dari ajaran kepemimpinan (prophetic leadership) sebagaimana yang diajarkan dalam Islam.

▪Shalat mendeskripsikan bahwa agama dan negara tidak berjalan secara terpisah, namun ia beriringan menjadi nilai baik secara politik maupun sosial. Maka, dalam Tiroisme untuk menjadi seorang pemimpin ia harus mampu memenuhi syarat dan kriteria seorang Imam dalam shalat. Jika ia tak mampu memenuhi hal itu, maka ia tidak layak menjadi pemimpin politik dan negara.

▪Shalat menjadi nilai inti dari filsafat kepemimpinan dalam Tiroisme. Karena, seseorang yang layak menjadi imam shalat, maka ia sudah layak menjadi perwakilan Tuhan diatas muka bumi. Menjadi pemimpin bagi rakyatnya. Karena, Shalat adalah ritual yang menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak boleh membedakan; dalam shalat tidak dikenal status sosial, ia akan sujud dengan alas yang sama, menghadap ke arah yang sama, dan membaca kidung yang sama, serta mengikuti gerakan yang sama.

▪Pun demikian, jika seorang imam cacat maka seorang naib (pengganti) imam harus segera menggantikan posisinya. Sehingga, orang yang berada dibelakang imam memiliki syarat dan ketentuan yang sama dengan seorang Imam, akibatnya Makmum (rakyat) selalu berada dalam satu barisan yang sama.

▪Inilah yang diajarkan oleh Tengku Hasan di Tiro kepada para pengikutnya, sebagai standar kepemimpinan yang menyatukan, bukan memecahkan, yang merangkul, bukan membedakan, dan yang bertanggung jawab, kôn peuglah peutjoëk dröe. Jika tidak, munafik anda mengaku sebagai murid Tengku Hasan Tiro. Nilai yang diajarkan oleh Tengku Hasan selaras dengan apa yang menjadi nilai dari masyarakat Aceh dan Islam.

▪Maka, dalam kehidupan orang Aceh bék peuhayéu-hayéu droë, bék jak peu prof-prof dröe, peu panglima-panglima dröe, peu kapten-kapten dröe meunjoë seumayang golôm teupat. Meunjoë meunasah hana meupat, kadjéut peutak ladju! Apalagi jika ia seorang pemimpin!

Salam Tiroisme,
Tabék,

Catatan facebook.
Neuseuson Uleh : Haekal Afifa | Pengamat Langét Tiréh

Related posts
BeritaHot News

MATI SYAHID UMMAT ISLAM ACEH, DALAM PERANG MENGUSIR INDONESIA'

KENAPA ACEH WAJIB MENJAGA KEMERDEKAAN’ Amalan wajib dengan Ilmu Sebab Ilmu adalah Ruhnya amalan. Allah perintahkan melalui Rasullah bagi ummat Islam untuk…
AgamaPejuang Aceh

PERJUANGAN ACEH, PERJUANGAN ISLAM.

“Perjuangan Aceh, Adalah perjuangan Islam” Ruh Aceh Adalah Islam, Ruh Islam Adalah Amalan, Ruh Amalan Adalah Ilmu Islam.. Ilmu adalah Nur –…
Hot News

Djawaban Staf Biro TNAD Tentang Siapa Musuh Pejuang?

1.na yang sereng that kheun meunoe di Facebook” hai pakon hana neu musyawarah bek saleng meudawa, sesama keudro dro dan bangsa ?…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *