ACMSeulamat Teuka di Website achehcybermilitary.org
Dalam NegeriHot NewsLuar Negeri

MAKNA BENDERA DAN LAMBANG NEGARA ATJEH

img_2083

BENDERA
Garis hitam memiliki makna bahwa kerajaan Aceh sempat vakum (kekosongan kekuasaan) sekaligus sebagai tanda mengingat para syuhada.

Garis putih memiliki makna bahwa perang mencapai kemerdekaan merupakan perang suci, dan yang gugur dalam perang tersebut mendapat pahala syahid.

Dasar (tanah) berwarna merah memiliki makna bahwa Bangsa Aceh wajib mempertahankan dan membela yang hak serta menghancurkan yang bathil.

Bintang lima memiliki makna representasi rukun Islam lima, sementara bulan berarti sebagai cahaya iman.

Singkatnya, makna umum bendera GAM tersebut adalah bangsa Aceh rela berkubang darah untuk membela yang hak dan menghancurkan yang bathil, menjalankan rukun islam di bawah lindungan cahaya Iman (Bansa Atjheh neutem meuro darah untuk peudong njang hak dan peu hantjoe njang bateu neupeudjak rukon Islam dimijueb lindungan tjahaja iman.)

Pengibaran bendera GAM sering dilakukan berbarengan dengan lantunan suara adzan. Kenapa harus adzan? Dasar hukumnya adalah, ketika Rasulullah menaklukkan kota Mekkah, Rasulullah meminta Bilal bin Rabbah mengundangkan adzan sekaligus pengibaran bendera kemenangan. Ini sesuai dengan salah satu lafaz adzan, haiya-alal-falah (mari menuju kemenangan).

benderaaceh071365130691_preview
LAMBANG
SINGA merupakan sebagai simbol kedaulatan Aceh (The Lion crowned: Symbol of sovereignty of the state of Aceh). Artinya, Aceh merupakan Negara berdaulat dan independen di Pulau Sumatera, memiliki territorial, rakyat, memiliki kepala Negara dan konstitusi, dan berlaku Adat bak Po Teumeureuhom.

BURAQ merupakan binatang yang berlari secepat kilat dalam mitologi Islam (Buraq: Islamic mythology). Buraq di sini berarti cahaya. Dalam mitologi Islam, buraq berarti adalah kenderaan yang digunakan Nabi Muhammad SAW selama Isra’ dan Mi’raj (Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Jerusalem, dan dari sana sampai ke Sidratul Muntaha, dan kembali lagi ke Mekkah). Filosofinya, ini adalah simbol komunikasi yang sangat cepat, keindahan, loyalitas, dan global. Artinya, orang Aceh harus berpikir global dan bertindak lokal. Selain itu, Buraq berarti hukom bak Syiah Kuala.

BULAN SABIT dan BINTANG (Crescent & Star). Bulan dan Bintang lazim disebut sebagai simbol Islam. Islam adalah konstitusi negara dan cara hidup orang Aceh (The Symbol of Islam. Islam is the constitution of the state and the way of life of the Achehnese). Artinya, bintang berarti rukun Islam yang lima, sementara bulan merupakan cahaya iman.

RENCONG, PERISAI, dan GLIWANG adalah simbol reusam Negara Aceh (Reusam adalah alat untung menegakkan adat dan hukum, dalam hal ini dilakukan oleh laksamana dan bintara). Rencong merupakan senjata khas Aceh yang merupakan simbol pertahanan. Rencong dibuat dengan desain khusus dari kata Arab: “Bismillah” artinya dengan nama Allah (The Symbol of defence, Rincong is made with special design from the Arabic word: “Bismillah” means with the name of Allah)

Padi merupakan lambang kemakmuran. Pade peunadjoh phon bansa Aceh (Padi merupakan makanan sehari-hari orang Aceh). Simbol rantai (renek-renek) merupakan Qanun Neugara Aceh. Lambang Sauh merupakan tempat tersangkut pulau Aceh, dua garis di atas sauh melambangkan majelis tuha peut Neugara Aceh, dan empat garis silang melambangkan Majelis Tuha Lapan Neugara Aceh.

Teks di bawah lambang “hudep beusare mate beu sajan” merupakan rakyat Aceh harus hidup secara jantan dan mati bersama-sama (“Tiger in life, together in death”). Simbol ini juga bermakna loyalitas nasional (Symbol of national loyality).

Dalam lambang tersebut juga ada roda kemudi yang memiliki huruf T dalam roda. Huruf “T” adalah simbol dari kata pertama dari abjad gelar kebangsawanan Aceh. Yaitu Tuanku, Tengku dan Teuku. Ini adalah simbol persatuan dari penguasa Aceh.

Kenapa lambang itu dieja Lambang Buraq-Singa? Padahal kalau diperhatikan lambang, kita harus mengejanya dengan Lambang Singa-Buraq (gambar Singa lebih duluan). Dalam bukunya, Buraq vs Garuda, Indra J Piliang yang meneliti khusus pengaruh lambang dalam perang Aceh-Jakarta menyimpulkan, sistem membaca orang Aceh mengikuti ejaan Arab, dari kanan ke kiri. Jadilah, lambang itu disebut duluan Buraq (berada di sisi kanan).

Lambang tersebut merupakan hasil ciptaan pendiri Gerakan Aceh Merdeka, Teungku Hasan di Tiro.

Related posts
BeritaHot News

MATI SYAHID UMMAT ISLAM ACEH, DALAM PERANG MENGUSIR INDONESIA'

KENAPA ACEH WAJIB MENJAGA KEMERDEKAAN’ Amalan wajib dengan Ilmu Sebab Ilmu adalah Ruhnya amalan. Allah perintahkan melalui Rasullah bagi ummat Islam untuk…
Hot News

Djawaban Staf Biro TNAD Tentang Siapa Musuh Pejuang?

1.na yang sereng that kheun meunoe di Facebook” hai pakon hana neu musyawarah bek saleng meudawa, sesama keudro dro dan bangsa ?…
Dalam NegeriSejarah Aceh

Untuk Wali Negara Dari Wali Tengku Hasan Bukan Untuk Wali Nanggroe Ala Jawa Dalam UUD1945 - Pancasila

◼Dekrit “Keramat” Wali Negara Aceh Tengku Hasan di Tiro || ▪Banyak pihak bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang akan menggantikan tugas Wali Negara Aceh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *