ACMSeulamat Teuka di Website achehcybermilitary.org
AgamaFotoHot NewsLuar NegeriOpiniPejuang AcehPers RilisReligiusSejarah Dunia

Laporan Abu Musafir Berkelana, Biro Penerangan TAM Dari Switzerland

LAPORAN SEORANG MUSAFIR: “Muslim Minoriti dan Keagungan Allah di Switzerland”

Geususon Uleh : Abu Musafir Berkelana

Laporan kali ini adalah datang dari seorang wakil kita yang menyempatkan dirinya singgah di beberapa kota dan kampung di sebuah negara Eropah iaitu Switzerland atau biasa kita sebut Swiss. Kota-kota yang sempat disinggahi atau dilalui termasuklah Basel, Olten, Zurich, Lucerne dan beberapa kampung kecil dengan jumlah penduduk yang kecil dan kehidupan yang unik.

Sebelumnya, amatlah penting untuk disebutkan di sini bahwa perjalanan wakil kita kali ini bukanlah dengan uang yang disponsor oleh pihak tertentu yang mempunyai kepentingan “udang di balik batu”, dan bukan juga dari hasil memakan gaji besar di atas penderitaan rakyat Aceh, juga bukan dari hasil “kuet pade reudok” ketika berkuasa, misalnya dari melakukan korupsi atau manipulasi harta kekayaan umum atau masyarakat, dan bukan juga dari hasil menerima gratifikasi dari pihak asing, misalnya Datok Ong ini atau Mr Ung itu. Juga bukan uang dari menilep hak kaum fakir miskin, anak yatim dan para duafa. Juga bukan hasil membawa lari dana masyarakat atau dana bantuan bencana Alam seperti Dana tsunami.

Semua orang tahu bahwa perjalanan ke luar Negeri adalah mahal. Jadi tidak mungkin misalnya dilakukan oleh mereka yang pernah mencari suaka politik di luar Negeri dengan kerja yang gajinya cukup-cukupan dan sekarang misalnya ada yang sudah pulang mencari suaka ekonomi’. In shaa Allah, perjalanan atau musafir wakil kita ini adalah perjalanan yang independen dan dengan belanjanya yang HALAL in shaa Laporan kali ini adalah datang dari seorang wakil kita yang menyempatkan dirinya singgah di beberapa kota di Eropa.

Alkisah kembali kepada topik tulisan wakil kita kali ini adalah tentang orang terasing (ghuraba) di dalam riwayat Islam dan janji-janji Allah SWT melalui RasulNya tentang orang yang terasing ini. Cerita ghuraba kali ini, wakil kita sangat tertarik untuk menulis tentang keadaan sebuah Masdjid yang hanya merupakan sebuah atap rumah di kota Basel, Switzerland, beserta penduduk muslim minoriti yang tinggal di kawasan kota tersebut. Walaubagaimanapun, ummat Islam dalam jumlah minoriti beserta masjid juga terdapat di Olten dan Zurich, misalnya. Mungkin juga ada di kota-kota lain yang tidak sempat disinggahi oleh wakil kita, seperti di Jenewa, dan lain-lain. Untuk di Jenewa mungkin satu kali nanti bisa kita minta wakil kita yang menulis sedikit catatan ketika mereka menghadiri rapat-rapat menentang agresi atau penjajahan negeri burung 7 ( hantu tujuh) berhala garuda Pancasila yang berkaitan dengan diplomasi melalui United Nation, UNPO, dll.

Kota Basel yang bisa dikatakan agak kurang penduduknya adalah kota yang juga cukup sibuk pada waktu tertentu dengan kegiatan turis atau pengunjung dari seluruh dunia untuk menghadiri berbagai acara profesional berbagai bidang ilmu dan teknologi, yang biasanya diselenggarakan di Pusat Kongres Basel (Congress Center Basel).

Jika kita lihat kehidupan harian di kota tersebut, hampir tidak nampak bahwa ummat Islam ada tinggal di kota Basel. Apalagi ummat Islam yang tinggal di sana adalah sangat konservatif dalam penampilannya sebagai seorang muslim. Mungkin mereka trauma dengan berbagai kejadian dan propaganda.

 

Akan tetapi wakil kita yang berkunjung ke sana dapat melihat keramahan masyarakat secara umum, walaupun bahasa menjadi kendala sebab majoriti mereka berbicara dalam bahasa Perancis Swiss. Akan tetapi mereka sedaya mungkin untuk membantu kalau kita bertanya sesuatu, dengan bahasa yang dikuasainya termasuk bahasa isyarat. Pengalaman tim kita malah lebih berat ketika berada di Turki, jika bertanya sesuatu bisa saja diberikan informasi yang salah walaupun dari mereka yang bekerja secara official di lapangan terbang.

Yang menarik untuk kita renungkan dan hayati sebagai pelajaran, walaupun ummat Islam adalah sebagai komuniti minoriti, keagungan Islam dan Allah SWT masih dipertahan oleh ummat Islam yang masih mengakui dirinya sebagai hamba Allah SWT. Terutamanya, berdasarkan laporan tim kita yang telah bermusafir ke berbagai negara bulek, Bangsa Turki, Libanon dan Arab lainnya adalah bangsa yang sangat aktif dalam membangun masjid dan membangun jemaah. Usaha kebaikan mereka ini juga telah menjadikan satu kemudahan untuk para musafir yang memerlukan tempat ibadah.

Yang paling penting, kita dapat menyaksikan dan mengambil pelajaran bahwa mereka yang minoriti dengan fasilitas ibadah yang terbatas dan suasana lingkungan serta masyarakat yang tidak menentu, ummat Islam di sana masih tetap teguh untuk menjadikan Islam sebagai panduan hidup mereka dan tetap beriman kepada Allah SWT sebagai Rabb mereka. Bagaimana kita di sini? Dengan fasilitas ibadah yang terdapat di mana-mana, berapa kali sehari kita pernah shalat di masjid? Adakah kita lalai sehingga kita meninggalkan shalat wajib dan ibadah lainnya?

Jangan kita hanya berbangga membangun tempat ibadah yang besar dan megah, sedangkan kita gagal memakmurkannya.

Bangsa Aceh yang masih bercita-cita untuk merdeka dengan mengusir penjajah jawa indon nkri dan para pengkhianat Aceh Merdeka wajiblah selalu menjaga ibadahnya dan selalu berdoa kepada Allah SWT.

“Begitu juga dengan perjuangan kita untuk mengusir gerombolan penjajah dan pengkhianat, kita tidak semestinya memiliki anggota yang ramai, tetapi menjadi penghalang bagi kita untuk merdeka, karena mungkin mereka tidak menjaga diri sebagai orang yang beriman atau jauh dari Allah SWT. Baca kisah Salahuddin Al Ayoubi dalam membebaskan Tanah Palestina, beliau melarang tentaranya yang tidak shalat tahajud untuk ikut berperang”

Wassalam

Neususoen Uleh : Abu Musafir Berkelana

Biro Penerangan komando pusat TAM

Related posts
BeritaHot News

MATI SYAHID UMMAT ISLAM ACEH, DALAM PERANG MENGUSIR INDONESIA'

KENAPA ACEH WAJIB MENJAGA KEMERDEKAAN’ Amalan wajib dengan Ilmu Sebab Ilmu adalah Ruhnya amalan. Allah perintahkan melalui Rasullah bagi ummat Islam untuk…
AgamaPejuang Aceh

PERJUANGAN ACEH, PERJUANGAN ISLAM.

“Perjuangan Aceh, Adalah perjuangan Islam” Ruh Aceh Adalah Islam, Ruh Islam Adalah Amalan, Ruh Amalan Adalah Ilmu Islam.. Ilmu adalah Nur –…
Hot News

Djawaban Staf Biro TNAD Tentang Siapa Musuh Pejuang?

1.na yang sereng that kheun meunoe di Facebook” hai pakon hana neu musyawarah bek saleng meudawa, sesama keudro dro dan bangsa ?…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *