by

“INDONESIA HIDUP TANPA HATI”

“Hati/Heart/Kalbu “

Semua makhluk dan insan memiliki hati, Hati tidak berdiri sendiri pasti didukung oleh berbagai organ didalam tubuh.Ketika berbicara hati semua orang tersentuh jiwa/soul dan perasaannya / feelings.setiap kebijakan manusia baik buat dirinya dan bagi orang lain selalu memakai hati nurani.

pikir itu pelita hati.benarkah Bumi Acheh dijadikan RI oleh Soekarno, cs pakai “Hati Nurani “???? Acheh menjadi Indonesia 🇮🇩 penuh dengan intrik politik yang tidak memiliki Dasar Hukum mana pun….Makanya disebut Neo colonialism RI di Acheh, secara sengaja RI mencaplok /menduduki secara paksa / forcibly occupy. Perlawanan Bangsa Acheh membersihkan tanah leluhurnya dari Penjajahan adalah Sah dasar Hukum yang ada.

Karena Acheh wilayah berdaulat/sovereign. Acheh adalah Sovereign State and Successor States (Acheh adalah Negara Berdaulat dan Negara Penerus sejak Raja Ali Muqayatsyah Fil’Alam 1500 Masehi).Ketika terjadi berbagai issue kehidupan baik social, politik, keamanan, kebudayaan, bencana Alam, dan bencana wabah penyakit ( Covid-19 ) Semua induk issue/ masalahnya adalah Kewibawaan Negara, Management Negara dan Bangsa Itu sendiri.untuk keluar dari masalah wajib dilihat unsur legalitasnya.

makanya sangat naif jika Acheh hari ini menanggung beban segala masalah yang diciptakan RI di Acheh seperti: Utang Negara dan swasta, Korupsi, Intolerances, Transmigrasi, Terroris, Tkw, TKI, TKA, PSK, Bencana Alam, Banjir, Gempa Bumi, Tsunami, Angin topan, Krisis moral, Krisis ekonomi, Begal , Tauran, urbanisasi, Migran dll.

Maka Yang sangat menyakitkan hingga menyayat hati Kita adalah: Bangsa Acheh di bunuh jiwanya dirampas hartanya siapa saja yang melawan RI dan dilegalkan atas nama Negara RI. Hampir semua yang mengakui diri kiyai-kiyai di Indonesia 🇮🇩 tidak punya “ Hati Nurani “ mereka yang garang menjual ayat-Ayat Allah dengan dakwahnya tapi membiarkan dan menghalalkan nyawa melayang dan darah membasihi bumi Acheh akibat kaum angkara murka TNl, polri, cs membasmi Bangsa Acheh dangan berbagai prediket : GPK, Separatism, dll. Padahal Ummat Islam Aceh yang di bunuh semena-mena, Dibulan Ramadhan yang suci ini wahai Bangsa Acheh berpikirlah dangan otak yang jernih dangan hati nuranimu agar Kita menjadi Bangsa yang Merdeka/ Mulia dunia dan akhirat..

Kedepan Agar bangsa Acheh bukan penumpang gelap dalam perahu RI yang hari-hari menanggung beban mereka.Jika kita masih memiliki hati nurani pasti Allah memberi kemudahan, kekuatan buat Bangsa Acheh untuk melepaskan dari berbagai kezaliman dan penindasan di Bumi Acheh.

Hanya kepadaMu ya Allah Kami memohon dan meminta bantuan dan pertolonganNya agar Bangsa Acheh hidup Merdeka / Mulia dan Mati Syahid. Syukran jazakallah atas kerja sama dan do’anya.

Saleum doa beusabe Lam peulara po teuh Allah SWT, Semoga tetap Semangat dan ada berkah dan ridha Allah … Aamiin yarabbal alamin.

By. Fadlon Tripa mantan Dubes Negara Aceh untuk Negara Vanuato
Pejuang belum menyerah dan masih dalam berusaha untuk berjuang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed