by

DESEMBER KELABU

DESEMBER KELABU DALAM PENCERAHAN DAN MENUJU KEJAYAAN DI DALAM MENGGAPAI IMPIAN HINGGA TERHIDANGNYA ATJEH MERDEHKA (1)

24 Desember 2004 merupakan “TOH UJEUN BEU BRAT yang Allah SWT berikan kepada bangsa Atjeh untuk menuju kejayaan. Namun kejayaan yang Allah SWT berikan di salah tafsirkan oleh mereka para pengambil kebijakan hingga kesempatan tersebut menjadi penyesalan panjang, sampai Allah menghantarkan isyarat baru kepada bangsa Atjeh pada hari Rabu tanggal 7 Desember 2016.
Di sini semoga menjadi introspeksi bagi Bangsa Atjeh untuk menuju kejayaan ke depan hingga terhidangnya Atjeh Meurdehka.
Para peutuha di dalam presidium ASNLF bekerja keras dalam mengangkat fakta di balik “Cerita Tersembunyi Antara Atjeh, Indonesia, Jepang, Belanda dan Kucing” menuju kemerdekaan, melakukan lobi – lobi internasional dalam menghasilkan poin langkah ke 3 yaitu mengungkap fakta hasil “Neuduk Nanggroe” yang di sembunyikan oleh mereka para pengkhianat sumpah.

Mereka para Peutuha adalah :

  1. Ariffadhillah DE
  2. Yusda Pasi
  3. Gurèë Rahman Samudera Pasai
  4. Asnawi Ali
  5. Nasir Usman
  6. Haris Abdullah
  7. Fajri krueng

Di dalam Nanggroe orang yang di tuakanpun bekerja keras dengan mengungkap fakta dibalik cerita dengan memperkuat poin ke 5, yaitu Mobilisasi Angkatan Bersenjata yang mengangkat kembali sejarah “Tersembunyi Antara Atjeh, Indonesia, Jepang, Belanda dan Kucing” dengan melakukan perekrutan dan pelatihan militer di berbagai wilayah untuk memperkuat basis militer di setiap wilayah demi tegaknya hukum Allah di bumi serambi Mekkah sampai terhidangnya Atjeh Merdehka.

Orang yang di tuakan di dalam Nanggroe tersebut adalah

Abu Syik yang hari ini menduduki posisi sebagai Panglima TAM ( Teuntra Atjeh Merdehka )

Abu Bakar Al-Asyi yang hari ini menduduki posisi sebagai jubir TAM ( Teuntra Atjeh Merdehka )

Kedua orang ini bekerja keras di dalam mengayomi anak buahnya dengan memposisikan diri bak seorang ayah dan ibu.

Dengan harapan semua bisa berjalan dengan semestinya hingga terhidangnya Atjeh Meurdehka yang di ridhai Allah SWT.

Do’a dan ikhtiar terus menerus di lakukan kekuatan bersenjata terus di perkuat, pelatihan terus di tingkatkan yang walau isu terus di hembus oleh mereka para pengkhianat sumpah dengan bahasa teroris sudah muncul di Atjeh.
Bagi Abu syik dan Abu bakar Al asyi persoalan isu yang di isukan oleh mereka para pengkhianat sumpah tidak di gubris sama sekali karena itu membuktikan bahwa apa yang di lakukan selama ini membuktikan fakta terbalik sebagai pengakuan keberhasilan yang selama ini di lakukan di dalam Nanggroe.
Rasa takut mereka para pengkhianat sumpah menjadi satu langkah maju bagi presidium ASNLF dan TAM.
Isu yang di kembangkan oleh pihak lawan bahwa kami teroris adalah sebagai fakta terbalik sebagai pengakuan mereka. Sebagai pengkhianat sumpah, yang sebenarnya merekalah sebagai teroris yaitu menyatukan diri dengan musuh memperkuat “Ideologi Kafir Pancasilais dan uud 1945 laknatullah” dalam melakukan teror terhadap ummat Islam (teroris).

Inilah dia fakta tersembunyi yang hari ini harus sama – sama kita angkat ke permukaan agar bangsa Atjeh sadar dan poin yang ke 2 ( Mobilisasi massa ) di lakukan oleh bangsa untuk menuju kemerdekaan dengan cara baikot pilkada diam di rumah masing-masing ataupun keluar ke jalan Nasional dengan cara melakukan baikot masa sambil beribadah secara bersama dengan membacakan Yasin dan Waqulja Al Haq…….
Harapan kami adalah harapan bangsa harapan kita semua dan marilah sama – sama dalam kebersamaan menuju terhidangnya Atjeh Merdehka dan …

Bersambung…

 

Penulis

Tgk. Syeh Meuhidang. S.mh

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed