by

CINTA YANG TERZALIMI

Cinta Yang Terzalim Karen Kepentingan Para Pihak Yang Menutupi Kezaliman Masa Lalu.
Yang Mengambil Ke Untungan Di Balik Kepentingan Para Pihak Yang Menegakkan Hukum Kafir Pancasila LAKNATULLAH
( 1 )

cerita tahun baru ( Bukan cinta bias ) namun keajaiban menuju terhidangnya Atjeh Darussalam Meurdehka.
Perjalanan kali ini bukanlah perjalanan biasa karena saya mendampingi dan di dampingi, bicara hal Atjeh Darussalam bermakna bicara masalah Islam yang berpedoman kepada Al Qur’an dan hadis maka persoalan ATJEH persoalan antara gaib’dan njata, kali ini dalam perjalanan kunjungan ke Inggris dalam pertemuan dengan kerajaan Inggris guna mengangkat kembali hubungan diplomatik kerajaan Atjeh Darussalam dengan kerajaan Inggris yang saya di dampingi oleh panglima wilayah Atjeh Rayeuk ( Abu Rayek ) sekaligus saya mendampingi Sultan keturunan langsung dari Tuanku Sultan Mansursyah yaitu Tuanku Sultan Ir …………………………Bin M……………din bin ………………………. Maaf nama beliau sementara memang tidak bisa di publikasi karena mengingat dengan keselamatan beliau yang hari ini sedang dalam incaran musuh.

Dalam beberapa hari kedepannya dalam kunjungan kali ini adalah sebagai jawaban dari undangan kerajaan Inggris dan yang berhubungan dengan hubungan masa lalu yang ingin di angkat kembali terkait dengan kelangsungan kerajaan Atjeh Darussalam yang hari ini sedang dalam proses penzalim oleh para pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ada yang menarik dalam perjalanan kali ini yang di luar dugaan saya yaitu ketika dalam perjalanan dari Hongkong menuju London Inggris saya mendengar pembicaraan Sultan dengan panglima wilayah Atjeh Rayeuk ( Abu Rayek ) mengenai kelangsungan kerajaan Atjeh Darussalam kedepannya dan dalam pembicaraan tersebut terkuaklah sebenarnya siapa Abu Rayek yang sebenarnya, saat pembicaraan berlangsung saya sangat terkejut bahwa Abu Rayek adalah masih keturunan dari Abu Awe Geutah, beliau menceritakan tentang kisah kenapa ATJEH DARUSSALAM ini terus bergolak hingga kini ? Semua itu terjadi dari ketidak amanahnya orang yang di amanah kan oleh Abu Awe Geutah untuk menempatkan cincin dan pedang Abu Awe Geutah kedalam makam Abu secara bersamaan.

Dari itu karena salah satu dari yang di amanahkan oleh almarhum yang di tunaikan dan yang satunya lagi tidak di jalankan maka sampai hari ini persoalan ATJEH DARUSSALAM tidak terselesaikan.

Maka kita harus bekerja keras untuk menjelaskan persoalan ATJEH DARUSSALAM ini hingga tuntas dengan jalan yaitu menyatukan bangsa Atjeh hingga bisa bersatu menuju kejayaan jangan sampai terpisahkan seperti cerita cincin dan pedang Abu Awe Geutah.

Merupakan satu kehormatan bagi saya yang bisa langsung mendampingi dan di dampingi untuk berkunjung dengan 2 ( dua ) generasi tokoh bangsa di masa lalu untuk mewujudkan kedaulatan Atjeh Darussalam dengan cara diplomasi dan mengangkat kembali sejarah ATJEH DARUSSALAM masa lalu bersama keturunan langsung pemimpin di masa jayanya kerajaan Atjeh Darussalam yang kita rindukan selama ini oleh setiap bangsa Atjeh hingga terhidangnya Atjeh Darussalam Merdehka.

Sikap santun dan bijaksana yang di tampilkan oleh kedua generasi penerus bangsa ini membuat saya kagum akan kedua keturunan langsung dari pemimpin bangsa di masa lalu dan yang amat menarik dalam perjalanan kali ini adalah pembicaraan yang di bicarakan selalu berkenaan dengan Agama dan keduanya rupanya adalah sama sama hafidz Al Qur’an dan setelah saya tau bulu kuduk saya merinding dan seakan saya menghayal seperti hidup di masa kejayaan kerajaan Islam masa lalu saat mendengar pembicaraan antara kedua keturunan dari tokoh bangsa tersebut.

Ternyata perjalanan kali ini bukanlah hal kebetulan namun lebih kepada mengangkat fakta yang tersembunyi yang di sembunyikan oleh para pihak pengambil keuntungan di masa lalu hingga saat ini.
Dalam keadaan serius perbincangan yang sedang berjalanannya Tuanku dengan Abu Rayeuk saya berusaha masuk kedalam perbincangan tersebut karena rasa penasaran saya terhadap perbincangan tersebut hingga saya minta izin untuk bertanya sesuatu dan saya di persilahkan dan sayapun bertanya.

Bagaimana dengan hal yang selama ini terjadi sementara kita berusaha untuk mengembalikan hakikat Atjeh Darussalam pada dasar mulanya dan sementara di luar ada ASNLF di dalam ada TAM dan kelompok yang anti KEMERDEKAAN ?
Dengan tersenyum Tuanku menjawab semua butuh proses, mereka belum bisa membedakan antara bangsa dan lamit maka mereka merasa seakan apa yang sedang mereka lakukan seakan benar, sementara ASNLF dan TAM kita pernah mendalami dan di dalamnya ada keterwakilan kita.

Di sana ada yang bertanggung jawab atas semua keputusan yang di ambil dan kita berkomunikasi dengan baik dengan mereka seperti halnya dengan anda perwakilan TAM yang di bawah payung ASNLF dan kita sangat menghargai semua itu dan di sini kita seperti satu kesebelasan bola yang bermain dengan membagi bola dengan baik yang tujuan utamanya adalah bagaimana menciptakan gol terindah untuk kemenangan bangsa kita kedepannya hingga kemenangan tersebut adalah kemenangan bangsa Atjeh Darussalam.

Kemudian Abu Rayek menambahkan dengan cerita yang membuat saya terhenyak, perlu di ingat dan di ketahui bahwa Atjeh Darussalam akan kembali berdiri dengan megah dan di akui dunia dengan kita semua tidak lagi terpaut dengan Indonesia dan kita di sini membangun komunikasi ulang dengan tujuan dasar adalah pengakuan negara negara yang pernah membuat hubungan diplomatik dengan kita sampai Belanda mau menarik maklumat perangnya kembali.

Lalu kita bukan hanya sampai di sini saja kita harus siap menang sebelum menang jangan sampai kita setelah menang belum siap menjalankan roda pemerintahan dengan baik hingga bangsa kita tidak bisa membedakan mana Atjeh dan sebaliknya.

Maka kita perlu bersatu melawan dan membela hingga penyatuan antara cincin dan pedang amanah dari Abu Awe Geutah terlaksana dan itulah tugas kita hari ini yang harus menjawab tantangan kesalahan orang tua kita terdahulu hingga kita harus bekerja keras untuk menyelesaikannya dengan cara masa kini dalam bentuk yang berbeda dan tidak mengurangi ke Absahan hukum masa lalu, karena hukum bagi bangsa ATJEH DARUSSALAM tidak akan pernah berubah sampai kapanpun bila kita ingin berjaya karena Al Qur’an dan hadis tidak pernah berubah dan akan selalu bisa di gunakan di manapun sampai kapanpun dan dalam keadaan dunia kapanpu masanya.

Tidak terasa perjalanan kamipun tiba di London Inggris dan kami bersiap siap untuk menuju tempat yang kami tuju dan di sana kami sudah di tunggu oleh utusan dari kerajaan Inggris yang mengundang tuanku, kamipun setelah menyelesaikan kewajiban kami menyelesaikan semua manajemen bandara lalu kami di hantarkan ke tempat peristirahatan sementara yang jarak perjalanan antara bandara sekitar satu jam perjalanan dan di sana kami sudah di tunggu dan di layani dengan baik dan kemudian saya menggantikan nomor henpond saya yang kebetulan tadi kami beli di bandara sambil berlalu dan saya bergegas menelpon ke Nanggro memberi kabar bahwa kami sudah sampai di tujuan awal dan sayapun bertanya pada kawan yang di Nanggroe sedang apa ?
Alangkah saya sangat tersentak ketika saya di beritakan kawan saya mereka sedang duduk bermusyawarah dengan Tuanku dan Abu Rayek dan saya seperti tidak percaya dan kemudian saya di perdengarkan suara mereka yang sedang duduk musyawarah.

Rasa penasaran dan keadaan ini membuat saya bergegas menelpon salah seorang ulama tua di ATJEH untuk menanyakan dan menceritakan kejadian aneh ini dan beliau dengan tersenyum menjawab biasanya orang orang yang Allah SWT beri kelebihan demikian ada dua hal yang akan terjadi.

1. Orang yang bisa bertempat lebih satu tempat di waktu yang bersamaan biasanya akan kembali dan di jemput oleh malaikat maut.
2. Bila ada dua orang yang bertempat lebih satu tempat di waktu bersamaan biasanya akan berhasil satu urusan besar yang sedang di perjuangkan.

Lalu abu yang saya telpon menenangkan saya sambil berkata bersyukurlah tidak lama lagi insyaallah Atjeh Darussalam akan segera tegak seperti kejayaan masa lalu. Isyarat sudah ada dengan kalian bertiga bermakna dalam kurun waktu tiga tahun kedepannya persoalan Atjeh akan selesai dan kita akan menerima dengan lapang dada, yang penuh rasa syukur kepada Allah SWT. Perbanyak selawat dan berucap syukurlah wahai anak muda karena tidak semua orang bisa mendampingi dan di dampingi, anda salah seorang yang mendapat hidayah bisa berjalan bersama dengan orang yang bisa berada di tempat yang berbeda di dalam waktu yang bersamaan.

Lalu Abu salah seorang ulama tua dan ternama di Nanggroe menutup pembicaraan dengan ucapan selawat dan salam beliau kepada kedua orang yang bersama saya dan mengucapkan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Seakan seperti tidak percaya apa yang saya dengar barusan dan sayapun duduk terdiam dengan seribu bahasa bisu sampai saya di kejutkan dengan ucapan salam dari tuanku sambil saya membalas salam beliau dan beliau tersenyum pada saya sambil berkata bagusnya bergegas mandi agar apa yang terasa aneh tidak merupakan satu keanehan.

Sayapun mengiakan sambil kemudian berlalu dan semakin anehnya sayaketika mendengar ucapan Sultan seperti tau apa yang sedang saya pikirkan. Terbayang akan ucapan Abu Rayek di pesawat tadi antara gaib dengan nyata sambil berlalu saya mengucap syukur semoga menjadi kenyataan.
Dengan sangat terpaksa sementara waktu susah rasanya saya menceritakan keanehan ini maka saya padankan dulu dan akan saya ceritakan kesempatan berikutnya.

Bersambung…………

penulis : Abu Bakar Al Asyi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed