ACMSeulamat Teuka di Website achehcybermilitary.org
AgamaHot NewsReligius

Cara Syetan Mencabut Iman

CARA SYETAN MENCABUT IMAN

Dalam suatu hadits diriwayatkan,sesungguhnya syetan terlaknat datang dan duduk di sisi kepala seorang hamba, lalu berkata kepadanya, “Tinggalkanlah agama ini (Islam) dan katakana bahwa Tuhan itu dua, hingga kamu selamat dari kepedihan sakaratul maut.” Apabila keadaan telah sedemikian ini, maka sangatlah berbahaya dan memerlukan takut kepada Allah Swt. dengan sungguh-sungguh wajiblah atasmu menangis, rendah hati, dan menghidupkan malam dengan memperbanyak ruku, sujud hingga kamu dapat selamat dari siksa Allah Swt.

Dan ditanyakan kepada Abu Hanifah :

“Doa apakah yang sangat ditakutkan bisa meruntuhkan iman seseorang waktu sakaratul maut?”

Abu Hanifah menjawab : “Meninggalkan syukur atas keimanan, meinggalkan rasa takut apabila mati tidak beriman, menganiaya sesama makhluk/hamba. Barangsiapa yang dalam hatinya terdapat tiga perkara tersebut, maka kebanyakan dia itu akan keluar dari dunia dalam keadaan kafir, kecuali orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan.”

Dikatakan pula bahwa, siksaan yang amat pedih bagi mayit ketika sakaratul maut yaitu merasakan haus dnan terbakarnya hati. Pada waktu inilah syetan mendapatkan kesempatan untuk mencabut meruntuhkan iman seorang mulmin lantaran kehausan dan kesakitan yang amat parah. Maka datanglah syetan itu di sisi kepala mukmin dengan membawa semangkok air yang membeku, lalu digerak-gerakkannya mangkok tersebut hingga berkatalah mukmin itu :

“Berikan air kepada saya.” Sedangkan dia tidak mengetahui bahwa yang di mukanya itu adalah syetan. Lalu berkatalah syetan itu :

“Katakanlah bahwa dunia ini ada yang mencipta, hingga kuberikan air ini kepadamu.” Jika hamba tersebut golongan orang-orang yang beruntung, maka tidaklah ia menjawabnya. Lalu syetan datang lagi kea rah kedua kaki dan menggerak-gerakkan mangkok tersebut kepadanya, maka berkatalah seorang mukmin :

“Berikan air itu kepadaku.” Berkatalah syetan tersebut : “Katakan bahwa Muhammad Rasulullah telah berdusta, hingga kuberikan air ini padamu.”
Barangsiapa yang termasuk golongan orang-orang yang celaka, maka menjawablah dia sebagaimana ucapan syetan, karena dia tidak bersabar dengan kehausan yang sangat.

Maka dia akan keluar dari dunia dalam keadaan kafir. Kita mohon perlindungan kepada Allah Swt. Dan barangsiapa termasuk golongan syetan dan memikir-mikir siapa sebenarnya gerangan yang ada di mukanya itu.

Dalam suatu kisah, sesungguhnya ketika telah datang wafat Abu Zakaria datanglah seorang temannya, sedang Abu Zakaria dalam keadaan sakaratul maut dan ditalqin dengan kalimat Thayyibah :

لَااِلَهَ اِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌرَسُوْلُ اللَّهِ.

Tapi dia berpaling dan tidak berkata sesuatupun. Lalu diulanginya talqin tersebut untuk ekdua kalinya, Abu Zakaria tetap berpaling. Diulanginya untuk ketiga kalinya, maka Abu Zakaria berkata : “Saya tidak akan mengucapkannya.” Maka pingsanlah sahabat Abu Zakaria tersebut. Setelah beberapa saat kemudian Abu Zakaria siuman dan sadar dari sakaratul mautnya, dia membuka kedua matanya lalu dia berkata kepada teman-teman di sekitarnya :

“Apakah kalian tadi mengucapkan sesuatu kepadaku?” Mereka menjawab, “Ya, aku ucapkan syahadat tiga kali kepadamu. Akan tetapi dua kali kamu berpaling dan ketiga kalinya kamu berkata bahwa aku tidak mau mengucapkannya.” Maka Abu Zakaria menceritakan kejadian tersebut :

“Telah datang iblis kepadaku dengan membawa semangkok air, lalu dia berhenti di sebelah kananku dan menggerakkan mangkok tersebut seraya berkata kepadaku : “Tidakkah kamu membutuhkan air?”

Aku menjawab, “Ya, iblis berkata : “Katakanlah bahwa Isa adalah anak Allah.” Maka aku berpaling darinya. Lalu datang lagi iblis tersebut di sebelah kakiku dengan mengucapkan kepadaku kata-kata seperti tadi. Lalu yang ketiga kalinya ia berkata : “Katakanlah bahwa Allah itu tidak ada.” Maka aku menjawab : “Aku tidak akan berkata, “ Ketika itu jatuhlah mangkok tersebut ke tanah dan larilah iblis dan bukan menolak apa yang kamu ucapkan. Dan sekarang aku bersaksi :

اَشْهَدُاَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ.

Diriwayatkan pula dari Mansur Ibnu Ammar, beliau berkata : “Apabila lebih dekat kematian seorang hamba, maka keadaannya terbagi atas lima bagian : hartanya untuk ahli waris, ruhnya untuk Malaikat Izrail, dagingnya untu cacing tanah, tulang belulangnya menjadi debu, kebaika-kebaikan dunianya untuk musuh-musuh, sedangkan syetan bertugas meruntuhkan iman.

Lalu Mansur berkata : “Apabila ahli waris pergi membawa harta itu adalah wajar, Izrail pergi membawa ruh itu adalah wajar, musuh-musuh pergi membawa kebaikan itu adalah wajar, tetapi sangatlah disesalkan, apabila syetan itu pergi membawa iman seseorang ketika mati. Karena pisahnya iman adalah merupakan pisahnya seorang hamba dari agama, apdahal pisahnya ruh seseorang hamba dari jasadnya bukanlah perpisahan dengan Tuhannya, karena dalam perpisahan itu tidak seorangpun yang bisa dijumpai sesudahnya, maka sangat celakalah jika pisah dengan Tuhan.”

Sumber dari kitab Daqaaiqul Akhbar

Penulis: Teungku Syahril Adam sr

Related posts
BeritaHot News

MATI SYAHID UMMAT ISLAM ACEH, DALAM PERANG MENGUSIR INDONESIA'

KENAPA ACEH WAJIB MENJAGA KEMERDEKAAN’ Amalan wajib dengan Ilmu Sebab Ilmu adalah Ruhnya amalan. Allah perintahkan melalui Rasullah bagi ummat Islam untuk…
AgamaPejuang Aceh

PERJUANGAN ACEH, PERJUANGAN ISLAM.

“Perjuangan Aceh, Adalah perjuangan Islam” Ruh Aceh Adalah Islam, Ruh Islam Adalah Amalan, Ruh Amalan Adalah Ilmu Islam.. Ilmu adalah Nur –…
Hot News

Djawaban Staf Biro TNAD Tentang Siapa Musuh Pejuang?

1.na yang sereng that kheun meunoe di Facebook” hai pakon hana neu musyawarah bek saleng meudawa, sesama keudro dro dan bangsa ?…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *