by

Bangsa Melayu Atjeh Darussalam Eropa, Demo Kedubes Kerajaan Belanda di Denmark

received_1593818900648209ACHEHCYBERMILITARY.ORG | DENMARK  – Warga Aceh yang berdomisili di Denmark yang tergabung dalam anggota Acheh Sumatra National Liberation Front (ASNLF) menggelar demo didepan gedung kedutaan Indonesia dan kedutaan Belanda di Copenhagen, Denmark, Minggu (26/13/2017).

Seperti yang disiarkan langsung olah acount Facebook Hanif Atjceh, terlihat pendemo dengan membawakan bendera bulan bintang dan umbul umbul diantaranya bertuliskan Independendence is the only solution for acehdan berorasi didepan gedung kedutaan Indonesia di Denmark dan juga di depan kedutaan Belanda.

Demo tersebut digelar bertepatan dengan hari maklumat perang kerajaan Belanda mengumumkan maklumat perang kepada pemerintahan Aceh pada tanggal tanggal 26 Maret 1873 di bawah pimpinan Johan Harmen Rudolf Kohler.

Surat pernyataan perang oleh Belanda itu ditulis pada 26 Maret 1873, dan disampaikan kepada Sultan Aceh pada 1 April 1873. Pernyataan perang itu antara lain berbunyi. “Dengan ini, atas dasar wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepadanya oleh Pemerintah Hindia Belanda, ia atas nama Pemerintah, menyatakan perang kepada Sulthan Aceh”.

Pada kesempatan tersebut di depan kedutaan Indonesia, salah seorang pendemo dalam orasinya mengatakan bahwa, pihaknya tidak pernah memberikan mandat kepada GAM dalam bentuk apapun untuk menerima otonomi khusus yang diberikan Pemerintahan Indonesia untuk Aceh.

Karena menurutnya otonomi khusus tidak akan bisa menjamin kemakmuran dan kesejahteraan Aceh.

Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya dana yang mengalir ke Aceh akan tetapi Aceh mendapatkan peringkat 2 temiskin di Sumatera setelah bengkulu. Ujarnya.

Untuk itu ia menghimbau masyarakat Aceh untuk tidak terlena dengan pogram yang diberikan oleh Indonesia dengan kotrak sosial MOU Helsinki, karena MOU Helsinki tidak bisa menjamin kemakmuran dan kesejahreaan bagi masyarakat Aceh. papar salah seorang pendemo didepan kedutaan Indonesia.

Ia juga menyinggung tentang pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh tidak pernah diadili hingga saat ini, dalam hal tersebut masalah Aceh tidak akan pernah selesai kecuali merdeka, ujarnya.

Selain berdemo didepan kedutaan Indonesia mereka juga mendatangi kantor kedutaan Belanda, seperti yang  dipaparkan dalam siaran langsung oleh pemilik Acount facebook.

Pemilik acount mengatakan bahwa, pada kesempatan tersebut mereka juga telah membuat dua surat resmi untuk dimasukkan ke dalam kotak surat duta Belanda di Denmark yang berada di Copenhagen, Denmark.

Berhubung uroe pree, tanyo na tapeugot surat resmi untuk tapasoe dalam kotak pos duta Belanda, dan semoga direspon” (berhubung hari libur, kita juga membuat surat resmi untuk dimasukkan dalam kotak post atau kotak surat kedutaan Belanda, semoga mendapat respon), ujar pemilik acount facebook dalam bahasa aceh sambil menyiarkan siaran langsungnya.

Surat tersebut dimasukkan oleh  Teungku Yusuf Daud, Ia menetap di Swedia dan salah satu suratnya lagi dimasukkan oleh Nasir atau pra Matang, demikan ujar pemilik Acount sambil menyorot camera.

Namun pemilik acount tidak menyebutkan isi dari surat resmi yang dibuat kepada kedutaan Belanda.

Setelah selesai memasukkan surat dalam kotak surat Kedutaan Belanda pendemo juga menuju ke gedung UN untuk mendesak PBB agar mengusut pelangaran HAM di Aceh.

Sumber: http://acehsatu.com

received_10154841435160091    ­received_1593818900648209

received_10154842233190091

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed