by

Atjeh Meurdehka Telah di Khianati Oleh Mantan Pengikut setia Wali

Atjeh Meurdehka Telah di Khianat oleh mantan Pengikut setia Wali.
Oleh : Tgk.Atjeh

Dengan nama Muslim Aja belum cukup kita untuk jadi Ahli surga tanpa usaha taat akan Allah dimanapun dengan kondisi Apapun
Apalagi kita katakan saya orang Atjeh belum cukup kita bisa bahasa Atjeh bila kita tidak usaha membantu mewujud kembali Atjeh Darussalam telah berlalu tepat 26 Maret 1873.M
Berlanjut ke Atjeh pasca Sultan, hingga berlanju Atjeh Ala Wali Aceh yang berliku-liku dari keturunan Tgk chik Ditiro terputus dengan Syahid Tgk Muad Muda, 3 desember 1911. Masa ini dimana masa kekosongan keturunan ditiro dalam melanjut kewalian Negara Atjeh Meurdehka.

Hingga di akhir priode 1940 dengan hiruk piruk dunia dengan kekosongan pemimpin dan tokoh yang mampu mengayomi, dengan segala kekurangan terjadi pembentukan persatuan Ulama Seluruh Atjeh ( PUSA ) dengan terbentuk pusa ini pula di terjadilah angkat mengakat hingga terpilih Abu Muhammad Daud Beureueh waktu itu sebagai ketua maka disitu terjadi egonya untuk menjadi Wali Aceh walau terjadi pro kontra hingga terjebak Atjeh ke dalam Negeri dongeng NKRI hari ini pada akhir 27 desember 1949.

Atjeh pasca ini di isilah oleh sejenis wali meunan-meunan maka terjadilah mala peutaka Atjeh Meurdehka hingga kini. Bukti dimasa kepemimpinan gejolak hampir di setiap lapisan masyarakat maka dalam realitas waktu kepemimpinan Abu Muhammad Daud di beureueh banyak sekali korban pembunuhan para ulama dan cendikiaan yang kurang paham dengan Abu Muhammad Daud sebagai tokoh wahabi Atjeh dan jajarannya seperti abdullah treubeu kebutulan ayahnya Gubenur Nkri di Aceh saat ini.

Terbukti dengan hijrah para tokoh-tokoh yang tidak sepaham dengan Abu Muhammad seperti Tgk Hasyem Naim tokoh Atjeh Rajeuk demi keselamatan keturunan dan sejarah, hingga Tgk Hasyem Naim menetap di pulau pinang hingga terdapat bukti keturunan anak cucu mereka m asih menetap di pulau pinang Malaya, hingga Akhir priode Abu Muhammad Daud dengan mala petaka dan malang Agama dan bangsa Atjeh hingga terjebak Atjeh Meurdehka dalam NKRI hingga hari ini.

Namun Bangsa Atjeh Meurdehka dalam sejarahnya belum pernah sunji dari pergerakan mengambil kembali kedaulatan bangsa Atjeh Meurdehka dalam masa kekosongan pemimpin muncullah kembali dari keterunan Muhammad Saman Di ditiro walau dari secara garis nisab dari pihak perempuan atau wali karong. Namun dengan di sambung kembali perjuangan Atjeh Meurdehka oleh keturunan Muhammad Saman Di ditiro tepat pada Tanggal 4 Desember 1976 di deklarasi kembali perjuangan kemerdekaan Atjeh Meurdehka senambungan 1973-1911 dengan Syahid Tgk Muad Muda tepat tanggal 3 desember 1911 maka Tgk Muhammad Hasan Tiro mendeklarasi kembali perjuangan Atjeh Meurdehka tepat pada tanggal 4 Desember untuk history tafaoi berkat dalam istilah bangsa Atjeh.

Maka dengan kondisi apapun Tgk Muhammad Hasan Tiro lewat pengakuan silsilah keturunan di tiro dan ditambah kederdasan intelligence serta Alim Agama, hingga Ulama dan hampir seluruh Bangsa Atjeh Meurdehka mengakui sebagai penurus kewalian Negara Atjeh Meurdehka, dengan ini maka wali Hasan tiro sah selama beliau hidup.

Atjeh Meurdehka pasca wali Muhammad Hasan Tiro, tepat pada tanggal 15 Agustus 2005, dengan Menyerahnya lewat serimonial MOU Helsingki Ferlandia, hingga Wujud Otonomi Khusus Dengan UUPA, kembali terjadi sebagai cek kosong seperti Ikrar Lamteh, para pengikut terdekat dan bahkan kepercayaan beliau semasa hidup seperti, Zaini Abdullah , Malik Mahmud, Zakaria Saman, Nur Juli, Bahtiar Abdullah, Yusra Habib, Musanna, Hadi jerman, Abdurrahman bireun dan lain-lain tidak mungkin saya sebutkan satu persatu. Adalah mereka para tokoh Pengikut Hasan Tiro sebagai pengkhianat perjuangan suci kemerdekaan Atjeh Meurdehka, yang menyerah dan bersekongkol dengan Musuh Bangsa, Agama dan musuh Wali, bukti sekarang para mereka menjadi bagian musuh Wali, musuh Negara Atjeh Meurdehka, dan Agama, dengan menjadi Gubenur, Bupati, walikota, dan berbagai kepala badan bahagian perpanjangan tangan penjajah NKRI pancasila di bumi Atjeh Meurdehka yang di pejuang oleh Wali dan pengikut wali lainnya.

Atjeh Meurdehka terkini setelah pasca MOU Helsingki Finlandia, 2005-2012, pertengan 2012 kembali di lanjut oleh para pengikut wali yang masih setia memperjuangkan Atjeh Meurdehka demi keselamatan di Dunia hingga Akhirat, melanjutkan kembali dengan nama Organisasi perjuangan yang pernah diperjuangkan oleh Wali Muhammad Hasan Tiro yaitu Asnlf dengan pergerakan dilapangan Gam dan tna masa 1976-2005.

Namun kali ini perjuangan kemerdekaan Atjeh Meurdehka diluar negeri atas organisasi Asnlf dalam bentuk presidium penanggung jawabnya, sedangkan dilapangan dengan di bentuk BINA dan TAM di seluruh Atjeh di bawah tanggung jawab Anggota presidium Asnlf di lapangan sebagai divisi pergerakan pertahanan dan ketehanan alat revolusi.

Maka babak baru perjuangan Atjeh Meurdehka pasca MOU Helsingki Finland telah resmi dimulai, jadi benar kata pepatah ” patah satu, tumbuh seribu”. Dari perkembangan dan perjalanan history Atjeh sebelum Atjeh Meurdehka akan tetap ada babak baru, jadi sekarang kita akan melihat dan menunggu hingga kemana perjalanan dan pergerakan Atjeh Meurdehka ini, dengan realitas ini kita sambil berdoa, membantu, demi keselamatan Atjeh di Dunia hingga Akhirat kelak, beserta sekalian isi dibumi Atjeh ini.

Para meraka keturunan bangsa yang baik, akan berkumpul sesama mereka yang baik-baik demi memperjuangkan akan kebaikan.
Para mereka perampok, penjahat akan berteman dan berkumpul semasa perampok dan pejahat, hingga saling merampok sesama.
Para pengkhianat perjuangan kemerdekaan Atjeh, mereka telah berkumpul sesama pengkhianat, hingga akhirnya mereka saling mengkhianti sesama.
Para mereka para pengharap hasil dari perjuangan orang lain, juga selalu hanya mereka mengharap hasil perjuangan orang lain.
Para pembunuh akan saling membunuh sesama, tukang fitnah akan berkumpul sesama pembawa saling memfitnah sesama mereka.
Kita mendoakan kita, keturunan dan anak cucu kita menjadi bahagian para keterunan bangsa Atjeh Meurdehka yang mulia yang selalu dibarisan terdepan dalam menegakkan Islam dan bangsa Atjeh Meurdehka.

Amin. Hasbunallah wa nikmalwakil nikmal maula wa nikmannasir la Haula wala quawata illabillahil’aliyila’dhim.

Penulis: TGK.ATJEH

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed