ACMSeulamat Teuka di Website achehcybermilitary.org
Hot NewsUncategorized

Atjeh Darussalam Dalam Cerita Antara Gaib Dan Nyata

Acm: wilayah Pasee|

LORONG WAKTU DUNIA LAIN, DALAM MENUNGGU PENGHUNI INGKAR

( Atjeh dalam cerita Dunia gaib dan Alam nyata ) inilah dia sebagai fakta di pedalaman pasai bersama para Ambia dan Aulia.
( Semoga lheuh njoe bansa Atjeh jeut keu ureung beut lam teunget ken ureung teunget lam beut )

Dari sekian pengalaman yang kami rasakan sebenarnya cerita ini cerita yang tidak mau saya angkat ke permukaan, namun karena ada pesan dari seorang yang mengatakan tentang cerita baik mengenai hal pribadi dan hal ummat di sini dengan terpaksa saya harus mengangkat hal ini agar tiada yang merasa menyesal di kemudian hari.
Pada awal Ramadhan Tahun yang lalu saya sedang melatih anggota TAM ( Teuntra Atjeh Merdehka ) di pedalaman Pasai dan ketika selesai latihan dan para anggota sudah kembali ke kediaman mereka masing masing terjadi satu kejadian aneh dengan diri saya dan saat itu bertepatan dengan azan subuh datang seorang tua yang berperawakan tegap dan berwajah berseri seri yang tidak saya kenal, beliau mengatakan mari ikut saya dan sayapun seperti tidak sadar saat itu, lalu saya mengikuti langkah beliau dan tidak lama kami sudah sampai pada tempat yang di tuju yang di sana banyak manusia yang sedang melakukan ritual ibadah, ada yang shalat ada yang zikir dan mengaji, saya seperti melihat dunia lain yang tidak pernah saya lihat selama ini dan saya bertanya pada kakek tersebut ada apa dengan semua ini dan saya di mana ?
Beliau menjawab sambil tersenyum kita berada di dunia nyata yang kehidupan berbeda dengan dunia yang kamu jalani selama ini.
saya bertambah bingun dengan jawaban kakek tersebut lalu saya terus melangkahkan kaki saya melihat semua aktifitas orang orang yang berada di kawasan yang tidak pernah saya lalui selama ini di dalam kehidupan saya.
Inilah dunia nak, kata kakek tersebut, yang kamu baru datang saat ini yang namamu ada di sana sambil kaket tersebut menunjuk ke arah barat, perasaan heran dan penuh ketenangan yang tidak pernah saya dapati selama hidup di dunia membuat saya seakan merasakan suatu jiwa yang kosong namun terisi, susah untuk menggambarkan bagaimana mengungkapkannya pada khalayak.
tampa terasa waktu berlalu dengan begitu cepat dan kakek tersebut mengatakan kamu temui orang yang sedang duduk di sana dan minta petuahnya !
sayapun melangkah dan memberi salam sambil minta maaf dan berjabat tangan dan herannya saya orang tersebut yang berwajah lembut dan bercahaya dan belum pernah saya melihat wajah setampan dan seindah beliau selama saya hidup di dunia ini, tangan yang lembut melebihi lembutnya sutra seakan tangan tersebut tidak bertulang dan berkulit, suasana menjadi hening saat itu dan semua penghuni alam tersebut menghadap beliau dan saya dengan mulut berkomat kamit entah apa yang di ucapkan yang saya tau dari semua komat kamit mulut para penghuni dunia lain tersebut hanya satu di akhir komat kamit mulut keseluruhan yaitu ucapan yang begitu lembut dan indah sebelum semuanya kembali pada aktifitasnya yaitu ucapan assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh sambil mengangkat semua tangannya meletakkan di kepala saya dan saya seperti tidak sadarkan diri setelahnya.
setelah saya tersadar dari semua orang tua yang bertangan lembut tersebut mengatakan pada saya dengan ucapan
sampaikan pada bangsamu, keluargamu, dan semua orang yang kamu temui untuk kembali pada jati dirinya agar mereka tidak celaka, terserah bagaimana caranya yang penting amanah ini engkau sampaikan pada mereka, persoalan mereka mendengar dan tidak itu urusan mereka dan kamu akan melihat perubahan setelahnya.
bila sebelum Ramadhan kedepan yang bertepatan Ramadhan yang akan kita jumpai kali ini mereka tidak mau kembali pada fitrahnya kamu akan melihat malapetaka besar akan terjadi pada bangsamu tidak terkecuali pada keluargamu.
kondisi inilah yang membuat saya harus mengangkat cerita ini yang saya pendam selama ini yang sudah sampai 10 ( sepuluh ) bulan Dan di waktu bersamaan padahal saya sedang melakukan aktifitas saya ber’iktikaf di mesjid ule Kareng, wallahu’aklam hanya Allah swt yang tau Akan semuanya ini.
terlebih dahulu saya mohon maaf atas keterlambatan saya menyampaikan cerita ini, karena kekhawatiran saya sisa waktu sekitar 2 ( dua ) bulan lagi dengan penuh rasa harap semoga semua bangsa Atjeh mau kembali pada jati diri dan fitrahnya sebagai orang yang bertaqwa kepada Allah swt.
di sini saya hanya menyampaikan untuk menyelesaikan tugas saya, persoalan percaya atau tidak kita akan melihat fakta kedepannya.
lalu sayapun di izinkan untuk kembali dan dengan sekejab mata sayapun sudah di tempat semula dan anehnya saat saya tanyakan pada orang yang saya temui ternjata waktu sudah berlalu 44 ( empat puluh empat ) hari dan saya menjadi heran dengan kejadian di balik misteri dunia gaib tersebut yang saya sangat susah untuk menguraikannya lebih jauh.
terima kasih atas semua semoga bermamfaat dan maafkan atas keterlambatan informasi ini karena rasa ragu dan khawatirnya saya selama ini. ( Sebagai bukti pandanglah kedua gambar di bawah ini yang saya sendiri heran seperti mendapat teguran Dan persis seperti awal perjalanan saya Kenapa ini bisa terjadi dalam jepretan gambar tadi siang, semoga jangan di jadikan Hal yang sampai orang menjadi kufur ).
sekali lagi maaf atas segalanya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Neususoen Uleh : Abu Bakar Al Asyi

Related posts
Uncategorized

Aceh Bukan Indonesia

Rumah Kami Bukan Indonesia… Banyak Netizen Bertanya Terutama Netizen Yang Berada Di Luar Aceh. Seandainya Aceh Lepas ( Merdeka ) Dari Tangan…
Uncategorized

15 Agustus Hari Kemalangan Aceh, Bukan Hari Damai Aceh

“REFLEKSI 15 TAHUN MoU HELSINKI ( 15-8-2005 – 15-8-2020 ) Semua Rakyat Acheh hari ini menjadi Hakim / juri untuk menilai dan…
BeritaHot News

MATI SYAHID UMMAT ISLAM ACEH, DALAM PERANG MENGUSIR INDONESIA'

KENAPA ACEH WAJIB MENJAGA KEMERDEKAAN’ Amalan wajib dengan Ilmu Sebab Ilmu adalah Ruhnya amalan. Allah perintahkan melalui Rasullah bagi ummat Islam untuk…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *