by

Antara Tokoh dengan di Tokohkan

“Antara Tokoh dan Mentokohkan”

Jadi PROF dari Senior DR, Jadi DR. Siap Sarjana S3, Sarjana S2, Sarjana S1. Mahasiswa di Jenjang pendidikan Kampus dalam Dunia pendidikan dari masa kemasa di indon Jawa semenjak 1950-2020 khusus di Atjeh umum di Dunia.

Jadi Ulama dari lakab Abu, Abi, Abati abon, waled, walidy, Tungku Rangkang, Tungku Balee dari para Thalabah/ Santri di jenjang Pendidikan Dayah / pesantren di Nusantara umumnya dan khususnya Aceh.
Dari Thalabah/ santri jadi para pembaca kitab pengajar kitab jadi guru ibtidaiyah guru setara stanawiyah, aliyah menjadi wali dan dwqan guru dayah, kemudian jadi tokoh dikalangan dayah dan jadihlah tokoh dari dayah sesuai keilmuan dan keberkatan manfaat dimasyarakat dengan ilmu dan karakter yang berdasar Adab Moral Ahklak Dan Ilmu ( AMAI.)

Jadi Tokoh Aktifis dari lakab junior, senior dalam jenjang suatu Organisasi pergerakan, seperti OKP, Ormas, LSM, Lembaga Suadaya Lintas sektor, DLL.Misal Tokoh Adat yang berasal dari kominitas Adat, Tokoh budaya yang mengerti bidang Budaya, Tokoh lingkungan lahir dari Lembaga Lingkungan, Tokoh Olah lahir dari begitu pandainya mengolah sesuatu, tokoh baru baru ini Di tokohkan atau mentokohkan diri sebagai tokoh tidak berasal dari Ahli.bahkan ada tokoh Jilat- menjilat untuk menjadi tokoh.

Tokoh Sejarah ya yang ahli sejarah secara jujur menjelaskan sejarah sesuai fakta dan data, bukan sekedar meriwayat sejarah sesuai pesanan atawa hawa nafsunya.itu bukan ahli sejarah atau tokoh sejarah tapi penipu dan tokoh perusak sejarah itu sendiri.

Untuk menjadi tokoh Pejuang ya wajib berjuang seauai ke ahlian dalam perjuangan, maka baru jadilah seorang tokoh pejuang, Tokoh pejuang biasa dilihat dari Keyakinan dalam berjuang, semangat tanpa henti dalam berjuang, Jujur dalam berjuang, kesetian yang luar biasa dalam berjuang suatu perjuangan yang telah di sepakati bersama dengan bai’at untuk suatu tujuan jelas “Hidup Mulia atau Mati Syahid” jadi itulah para tokoh perjuangan.

Adapun perjuangan adalah suatu pengorbanan sebab nama perjuangan adalah susah sedih dalam pengorbanan demi tujuan yang telah pasti sesuai niat masing -masing. Dalam berjuangan sesuai niat biasa dapat kita lihat tingkah laku para pejuang itu sendiri. Ada yang berjuang untuk mendapat keuntungan pribadi dan kelompoknya, itu pejuang sekedar untuk kepentingan pribadi dan kelompok, setelah mereka dapat tujuannya maka mereka berhenti berjuang. $( Kelompok Gam cs)&

Ada pejuang yang Hanya harap ridha Allah semata untuk Kemulian diri, keluarga, Agama, Negara Aceh Darussalam nya, maka mereka para pejuang seperti ini akan selalu semangat dalam berjuang walau banyak tantangan dan rintangan mereka dalam berjuang, tidak pernah mereka mengeluhkan dengan keadaan, itu memang telah sering di curangi dan di khianati oleh para mantan pejuang sesama di tengah jalan.

Kalau kita katakan perjuangan kita hari ini susah dan berat, bagaimana berat para pejuang dulu Endatu kita seperti perjuangan para sahabat dan Nabi kita Muhammad SAW, selaku pedoman kita sebagai junjungan di dunia ini. Maka Kalau berjuang sesuai ketentuan Hukum perjuangan yang telah kita bai’at kita tidak pernah menyerah akan terus berjuang hingga Mati Syahid atau Mulia dalam Merdeka menjalan Hukum Allah.

Semoga perjuangan Aceh ini kedepan dapat hidayah, menyertai rahmat dan ridha Allah. Amien.
Dengan terbentuk DPNAD Dan ada Undang – Undang/ qanun Departemen Pertahanan bagi para pejuang dan bangsa Aceh

Staf Biro

Tungku Edwin di Leupung

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed