ACMSeulamat Teuka di Website achehcybermilitary.org

PUTRA JAYA MALAYSIA 25 JAN 2018
PENERANGAN TENTANG TENTARA ACHEH MERDEKA

Assalamualaikum Wr…Wb….

Bismillahirrahmanirrahhim.

Segala puji bagi Allah.
Shalawat serta salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, serta kepada seluruh sahabat beliau.

Saudaraku, didalam perjuangan ini, masih banyak sekali hal yang harus kita lakukan, agar cita-cita kemerdekaan serta kedaulatan Aceh, tercapai nantinya.

Utimatum perjuangan kemerdekaan ini telah dinyatakan oleh Yang Mulia, Almarhum Wali Negara Aceh, Tengku Hasan Muhammad di Tiro, pada tanggal 4 Desember 1976 silam, melalui, organisasi perjuangan yang saat itu dikenal dengan nama Aceh Merdeka (AM), kemudian dikenal pula oleh masyarakat dunia, dengan sebutan Acheh Sumatra National Libertion Front (ASNLF), ataupun juga Angkatan Gerakan Aceh Merdeka (AGAM), yang berlambang negara, singa buraq dan bintang bulan.

Untuk diketahui, penjelasan antara Teuntra Acheh Merdehka (TAM) dengan Gerakan Aceh Merdeka sangatlah jauh perbedaanya. TAM, dibentuk oleh Yang Mulia, Almarhum Wali Negara Aceh, Tengku Hasan Muhammad di Tiro, dengan tujuan untuk memerdekakan Aceh. TAM didirikan dan diproklamirkan pertama kalinya dengan nama AM atau Acheh Merdehka pada 1976 silam.

Hingga saat ini, TAM, masih melanjutkan estafet perjuangan tersebut, seperti sejak semula ia dibentuk. TAM atau ASNLF, tidak pernah menyerah kepada Indonesia. TAM atau ASNLF juga masih ada dan diakui oleh masyarakat dunia, atau internasional.

Sedangkan yang berdamai pada 15 Agustus 2005 silam, atau dikenal dengan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki, adalah TNA atau GAM, yakni sebuah organisasi baru yang sama sekali tidak diakui oleh TAM atau ASNLF. Organisasi TNA dan GAM dibawah pimpinan Malik Mahmud dan Zaini Abdullah, yang saat ini telah berpihak dan menyerah kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

TAM-ASNLF telah dibentuk kembali oleh generasi pejuang awal, yakni “Guru Rahman Samudera Pasai” bersama rekan-rekannya yang masih setia pada perjuangan. Hingga saat ini, TAM-ASNLF masih belum berdamai dengan penjajah, Indonesia. Pada tahun 2011 dan 2012 lalu, telah dibentuk PRESIDIUM (Majelis) oleh Masyarakat Aceh Skandinavia Eropa, untuk meneruskan diplomasi kemerdekaan Aceh di tingkat internasional, dengan membawa nama organisasi yang sebelumnya telah dibentuk Wali Negara Tengku Muhammad Hasan di Tiro, yaitu ASLNF.

Didalam ASNLF terdapat TAM dan sipil. Di dalam perjuangan yang sedang kita lakukan ini, tidak ada istilah perjuangan pribadi atau kelompok. ASNLF merupakan estafet perjuangan yang sebelumnya telah dibentuk oleh wali, di luar negeri maupun di dalam negeri,

Selanjutnya, didalam perjuangan yang sedang kita jalankan ini, TAM sengaja kita tempatkan di garda terdepan untuk melakukan perjuangan yang sudah dibentuk oleh wali. Sementara, sipil berada di belakang mendukung perjuangan di dalam negeri. Hal ini, mengingat, di dalam peperangan, masyarakat sipil cenderung menjadi korban, dan mayoritas diantara mereka terpaksa menyerah, karena tidak mengerti soal perang. Sipil juga tidak layak kita tempatkan didalam perang, sebelum negeri ini merdeka. Yang dimaksud dengan sipil dalam hal ini, adalah Menteri, Gubernur, dan Kepala Sagi, yang akan dipilih sendiri oleh rakyat Aceh nantinya.

Di dalam negeri yang sedang melaksanakan REVOLUSI, militer yang memegang wewenang penuh. Apabila sudah merdeka, barulah masyarakat memilih sendiri siapa yang akan dijadikan pemimpin. Jadi, tidak ada istilah, militer merampas hak dan kekuasaan dari sipil, yang saat ini, juga belum diketahui, hak dan kekuasaan sipilnya.Tentara tidak dianjurkan berpolitik, tugasnya hanya menjaga negeri dari ancaman musuh, sedangkan yang melaksanakan politik adalah sipil seperti di negeri ini (Malaysia).

Tujuan dibentuknya TAM (AM) adalah untuk memperjuangkan kemerdekaan Aceh dari cengkeraman Indonesia. Dalam hal ini, sipil dan militer adalah kiri dan kanan dari tangan perjuangan. Maklumat TAM, adalah untuk memerdekakan Aceh dari penjajah.

TAM bukanlah milik pribadi. TAM adalah milik Bangsa Aceh, untuk memerdekakan Aceh dari penjajah Indonesia, yang dipimpin oleh Petinggi TAM, Majelis Komando, Majelis Ulama, dan Majelis yang dipimpin oleh golongan tua, dan cendekiawan, serta perwakilan TAM di Malaysia.

TAM Tidak mengenal istilah menyerah atau berunding dengan musuh untuk kepentingan organisasi dan pribadi. TAM memiliki konstitusi dan tata negara. Seluruh anggota TAM akan mematuhi konstitusi dan tata Negara tersebut. Segala arahan dan tugas anggota TAM di bawah komando pimpinan tertinggi TAM yang berada di luar maupun di dalam negeri.

Apabila negeri ini telah merdeka kelak, maka akan dikumpulkan seluruh komponen rakyat Aceh, dari petani, guru, tokoh masyarakat, ulama, pelajar, pedagang, nelayan, dan lainnya oleh para pejuang, ulama dan masyarakat Aceh, untuk kemudian dibentuk satu struktur negara Aceh, sesuai dengan yang diinginkan atau dibutuhkan oleh Bangsa Aceh nanti.

Di dalam perjuangan ini, seluruh anggota TAM adalah “sama”. Tidak ada perbedaan. Semuanya dimulai dari nol. Sebab, TAM dibentuk untuk menetralisir seluruah “kuman-kuman” pembawa penyakit, yang merupakan sisa dari GAM, KPA, PA dan PNA, yang lahir dari MoU Helsinki, dan saat ini, telah mengekor kepada NKRI, yang dipimpin oleh Dr. Zaini Abdullah, Muzakkir Manaf, Zakaria Sama, Bakhtiar Abdullah, cs.

TAM membuka peluang bagi bekas TNA/GAM yang telah insaf dan berjanji tidak akan melakukan kejahatan, membunuh bangsa sendiri, dan tidak melanggar hukum yang sudah ditetapkan oleh ALLAH SWT.

Setiap yang telah menjadi anggota TAM harus mematuhi 9 (Sembilan) prinsip, yaitu:

• Kesetiaan (LOYALTY)

Setiap anggota TAM harus setia. Kesetiaan yang dimaksud bukan hanya setia kepada keluarga saja tetapi setia terhadap sesama pejuang bangsa, agama dan negara.

• Kewajiban (DUTY)

Setiap anggota harus memegang amanah sebagai tentara dan patuh kepada perintah atasan serta Undang-undang Negara Islam Aceh.

• Menghargai (RESPECT)

Setiap anggota TAM harus memiliki sifat rendah diri, dan saling menghormati sesama anggota TAM lainnya, baik yang berpangkat rendah atau yang paling tinggi. Seorang anggota TAM juga harus mengakui kesalahannya, apabila telah berbuat salah. Anggota TAM juga harus hormat terhadap orang tua. Tidak boleh ada sifat ego, dan bertindak tanpa adanya komando terlebih dahulu.

• Melayani (berjuang) tanpa mengharap balas (SELFLESS SERVICE)

Setiap anggota TAM berjuang bukan untuk iming-iming pangkat dan jabatan. Tetapi untuk Negara Aceh. “Hidup sama-sama, mati juga sama-sama”. Jika ada rampasan perang, wajib dibagi rata kepada suluruh pejuang yang telah berjuang untuk mendirikan Negara Islam Aceh.

• Kehormatan (HONOR)

Setiap anggota TAM harus menghormati pelatih dan atasannya. Sekalipun atasan atau pelatih tersebut lebih muda darinya. Setiap anggota TAM yang lebih junior, harus menghormati anggota yang lebih senior, begitu juga sebaliknya, jika yang junior ternyata lebih tua umurnya dari yang anggota senior, maka anggota yang senior tersebut harus menghormarti anggota yang lebih junior. BAKDUEK BAK DONG BESAPUE PAKAT SANG SEUNEUSAP MEU-ADOE A”

• Jujur (INTEGRITY)

Setiap anggota TAM harus jujur dan ihklas dalam menjalankan tugasnya. Setiap anggota tidak boleh melanggar aturan. Harus memiliki moral yang baik. Tidak boleh melakukan perbuatan dilarang oleh agama dan undang-undang Negara Islam Aceh.

• Keberanian (PERSONAL COURAGE)

Setiap anggota TAM harus memiliki sifat berani. Berpribadi tegas. Tidak boleh sembarangan dalam bertindak. Berani menghadapi musuh karena Allah, dimanapun ia berhadapan dengan musuh.

• Iman atau ibadah (WORSHIP)

Setiap anggota TAM haruslah beragama ISLAM. Setelah menjadi anggota, wajib patuh kepada perintah agama (Islam, Iman, Tauhid, dan Makrifah), serta wajib menjunjung tinggi Alquran dan Hadis, Ijma dan Qiyas para ulama Ahlussunnah waljama’ah.

Seluruh anggota TAM wajib di baiat, agar memiliki rasa tanggungjawab dihadapan Allah dan Rasulullah, dengan tujuan HIDUP MERDEKA atau MATI SYAHID. Pembaitan juga bertujuan untuk membentuk kepercayaan diri seluruh jama’ah pejuang, dalam melaksanakan perjuangan suci ini.

Berpikir untuk generasi kedepan (Think Next Generation)

Kita wajib memerdekakan Aceh dari cengkeraman penjajah Indonesia, untuk masa depan anak dan cucu kita semua

Perlu kita ketahui, Bangsa Aceh tidak memiliki hubungan sejarah, politik, budaya, ekonomi, serta geografis dengan Jawa celaka itu! Mereka hanyalah penjajah laknatillah terhadap Bangsa Aceh. Karenanya, kita wajib berperang sampai mereka kembali ke negerinya, di Jawa.

Apabila kita tidak berperang mengusir mereka, maka nasib anak dan cucu Bangsa Aceh kedepannya akan dibunuh dan diusir dari negerinya sendiri, seperti yang dilakukan oleh Myanmar terhadap saudara kita, Muslim Rohingya.

KESIMPULAN

Apabila seluruh prinsip di atas dipatuhi, Insya Allah perjuangan ini akan diridhoi oleh Sang Pencipta, ALLAH SWT, Aaamiin.

Semoga perjuangan ini diberi rahmat oleh ALLAH SWT, melalui do’a ULAMA dan SYUHADA-SYUHADA yang telah lebih dulu syahid. Setiap perjuangan ini harus diawali dengan BISMILLAH, serta niat yang ikhlas, setia, semangat, serta jujur.

Selamat berjuang saudara dan bangsaku. Jangan pernah menyerah, sebab tujuan kita adalah memerdekakan negeri, atau mati dalam keadaan mulia, sebagai syuhada.

Wassalam
Anggota Majelis Tertinggi Komando TAM dan Biro Penerangan Malaya

Related posts
BeritaHot News

MATI SYAHID UMMAT ISLAM ACEH, DALAM PERANG MENGUSIR INDONESIA'

KENAPA ACEH WAJIB MENJAGA KEMERDEKAAN’ Amalan wajib dengan Ilmu Sebab Ilmu adalah Ruhnya amalan. Allah perintahkan melalui Rasullah bagi ummat Islam untuk…
AgamaPejuang Aceh

PERJUANGAN ACEH, PERJUANGAN ISLAM.

“Perjuangan Aceh, Adalah perjuangan Islam” Ruh Aceh Adalah Islam, Ruh Islam Adalah Amalan, Ruh Amalan Adalah Ilmu Islam.. Ilmu adalah Nur –…
Hot News

Djawaban Staf Biro TNAD Tentang Siapa Musuh Pejuang?

1.na yang sereng that kheun meunoe di Facebook” hai pakon hana neu musyawarah bek saleng meudawa, sesama keudro dro dan bangsa ?…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *